Menu ✖

DPRD Sulsel

Antisipasi Kebakaran, Rafiuddin Minta Pengawasan Hutan di Gowa Diperketat Saat Kemarau

badge-check

Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP, Rafiuddin Raping (DOK: RUANG.NEWS) Perbesar

Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP, Rafiuddin Raping (DOK: RUANG.NEWS)

RUANG.NEWS MAKASSAR – Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP, Rafiuddin Raping, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan selama musim kemarau.

Imbauan itu menyusul kebakaran hutan yang terjadi di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada Rabu (19/8/2026) lalu.

Rafiuddin meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, termasuk membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.

Legislator Sulsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Gowa dan Takalar itu mengatakan penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi kepolisian.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian terkait penanganan peristiwa tersebut.

“Kita tidak tahu apakah orang buang puntung rokok atau memang disengaja. Sementara dalam investigasi kepolisian, saya sudah ketemu juga dengan Pak Kapolres dan itu memang disinggung,” kata Rafiuddin, Rabu (26/8/2026).

Menurut Rafiuddin, kebakaran hutan tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Ia menjelaskan kawasan dataran tinggi Gowa merupakan salah satu sentra pertanian, baik tanaman pangan maupun hortikultura.

Karena itu, masyarakat perlu menjaga hutan dan sumber mata air yang menopang aktivitas pertanian.

“Kami sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Gowa dan Takalar sudah mengimbau masyarakat supaya berhati-hati dengan pembakaran. Jangan sampai, apalagi membuang puntung rokok di sembarang tempat, kemudian memicu kebakaran hutan,” ujarnya.

Rafiuddin mengatakan masyarakat di kawasan tersebut turut khawatir setiap kali terjadi kebakaran hutan.

Selain merusak lingkungan, kebakaran dapat mengganggu sumber mata air yang menjadi penopang aktivitas pertanian warga.

“Kalau ada kebakaran, otomatis mata-mata air bisa terganggu. Kita tahu di dataran tinggi itu sekitar 90 persen masyarakat bergerak di pertanian, baik padi maupun hortikultura. Kalau sumber air terganggu, pertanian juga sangat terdampak,” jelasnya.

Untuk mencegah kebakaran berulang, Rafiuddin mendorong pemerintah meningkatkan sosialisasi dan langkah pencegahan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ia juga mengusulkan pemerintah menyiapkan fasilitas pemadam kebakaran di sejumlah titik rawan agar petugas dapat menangani api dengan cepat ketika terjadi kebakaran.

“Pencegahan dan intensitas sosialisasi perlu ditingkatkan. Kalau perlu, di daerah-daerah yang memang rawan kebakaran disiapkan pemadam kebakaran, supaya kalau ada kebakaran bisa cepat dimatikan,” katanya.

Rafiuddin mengaku aktif menyampaikan imbauan tersebut saat berada di daerah pemilihannya. Ia bahkan meminta pesan kewaspadaan terhadap kebakaran disampaikan kepada masyarakat melalui masjid.

“Saya tiga atau empat hari di dapil, memang selalu mengimbau. Saya juga minta disampaikan di masjid-masjid agar masyarakat betul-betul menjaga, jangan sampai terjadi kebakaran,” tuturnya.

Perketat Pengawasan di Bawakaraeng dan Lompobattang

Rafiuddin mengatakan kawasan sekitar Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang menjadi salah satu perhatian karena aktivitas masyarakat berada dekat dengan kawasan hutan.

Ia mengaku telah mendatangi sejumlah pos pendaftaran pendaki untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Saya di sana dekat sekali dengan Gunung Bawakaraeng. Di pos-pos pendaftaran untuk ke Bawakaraeng atau Lompobattang, saya sudah datangi dan mengimbau agar bersama-sama mencegah kebakaran,” katanya.

Rafiuddin juga menilai pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih terorganisasi untuk mengantisipasi kebakaran hutan selama musim kemarau.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, hingga aparat kehutanan.

“Memang sangat perlu. Namun yang saya lakukan sekarang baru mendatangi dan mengimbau orang-orang, terutama yang berada dekat dengan hutan,” ujarnya.

Ia meminta pihak kehutanan memperkuat pengawasan di lapangan serta memastikan petugas di wilayah rawan kebakaran mendapat dukungan dan fasilitas yang memadai.

“Saya juga sangat mengimbau pihak kehutanan agar anggota yang ada di bawah betul-betul difasilitasi untuk menjaga hutan-hutan yang ada,” pungkasnya.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

11 Okt 2026 - 18:54 WITA

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

8 Okt 2026 - 16:33 WITA

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

6 Okt 2026 - 14:20 WITA

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

4 Okt 2026 - 23:37 WITA

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar

2 Okt 2026 - 23:08 WITA

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar
Trending di DPRD Sulsel