RUANG.NEWS SIDRAP — Inspirasi sederhana dari keluarga mengantarkan Amiruddin menekuni dunia usaha hingga mengembangkan produk camilan khas bernama Loka Loka.
Pelaku UMKM asal Sidrap itu mengawali usahanya setelah melihat proses pembuatan keripik nangka, lalu mengembangkan kreativitasnya melalui produk Dempo atau sale pisang.
Amiruddin merintis Loka Loka pada 2016. Awalnya, usaha tersebut hanya menjadi pekerjaan sampingan. Seiring waktu, ia melihat peluang yang lebih besar dan menjadikan Loka Loka sebagai usaha utama.
“Awalnya hanya menjadi usaha sampingan, kemudian menjadi usaha utama,” ungkap Amiruddin, Rabu (26/8/2026).
Dalam mengembangkan Loka Loka, Amiruddin mendapat dukungan dari komunitas wirausaha Tangan di Atas.
Komunitas tersebut menjadi salah satu wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha dan memperluas jejaring.
Hadapi Tantangan Produksi dan Pemasaran
Perjalanan Loka Loka tidak selalu berjalan mulus. Amiruddin menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam proses pengeringan produk yang membutuhkan waktu cukup lama.
Pemasaran yang belum maksimal juga menjadi kendala dalam memperluas jangkauan produk.
Namun, Amiruddin tetap mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Ketekunan tersebut membuat Loka Loka mampu bertahan hingga saat ini.
Usaha yang beralamat di Jalan Lasinrang 1 Nomor 2, Rappang, itu tidak hanya menopang perekonomian keluarga. Loka Loka juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Saat ini, Amiruddin mempekerjakan empat orang tenaga kerja yang sebagian besar merupakan warga lokal.
Dalam proses produksi, Loka Loka menggunakan bahan baku dari Sidrap maupun luar daerah. Amiruddin menyesuaikan penggunaan bahan baku dengan kebutuhan produksi untuk menjaga kualitas produk.
Target Tingkatkan Omzet dan Pemasaran
Amiruddin menargetkan Loka Loka terus berkembang pada masa mendatang. Ia ingin meningkatkan omzet, memperbaiki manajemen bisnis, dan memperkuat strategi pemasaran.
Ia juga berharap pemerintah dan pelaku UMKM dapat membangun kolaborasi untuk memperluas pemasaran produk lokal.
Menurutnya, warung makan dan koperasi desa dapat menjadi salah satu jalur pemasaran yang potensial bagi produk UMKM.
Bagi Amiruddin, keberanian, kerja keras, dan keseriusan menjadi modal penting dalam membangun usaha. Ia mengajak masyarakat, terutama anak muda di Sidrap, agar tidak ragu memulai usaha.
“Berwirausaha itu salah satu jalan untuk kehidupan yang lebih baik. Jika dijalani dengan giat dan serius, sesuai dengan filosofi Nenek Mallomo, Resopa temmangingi naletei pammase Dewata,” pesannya.
Perjalanan Amiruddin bersama Loka Loka menunjukkan bahwa ide sederhana dari lingkungan keluarga dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat bagi pemiliknya, usaha tersebut turut menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.(***)







