Menu ✖

Daerah

Program Listrik Masuk Sawah Bantu Petani Kadidi Sidrap Hadapi Kemarau

badge-check

Program Listrik Masuk Sawah Bantu Petani Kadidi Sidrap Hadapi Kemarau (IST) Perbesar

Program Listrik Masuk Sawah Bantu Petani Kadidi Sidrap Hadapi Kemarau (IST)

RUANG.NEWS SIDRAP — Musim kemarau tidak menyurutkan aktivitas pertanian di Kelurahan Kadidi, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Sejumlah petani tetap dapat melakukan panen setelah memanfaatkan program Listrik Masuk Sawah yang dilengkapi pompa air.

Program tersebut membantu menjaga pasokan air ke lahan persawahan di tengah terbatasnya ketersediaan air akibat musim kemarau.

Fasilitas listrik dan pompa air juga mendukung petani mempertahankan produksi pertanian sekaligus menghadapi dampak perubahan musim.

Program Listrik Masuk Sawah di Kelurahan Kadidi merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pertanian, dan PT PLN.

Berdasarkan data pertanian Kelurahan Kadidi, terdapat sekitar 120 hektare lahan yang dikelola empat kelompok tani.

Dari luasan tersebut, sekitar 5,5 hektare terdampak kemarau, sedangkan 114,5 hektare lainnya masih dalam tahap persiapan panen.

Sementara itu, sekitar 8 hektare lahan telah memasuki masa panen. Produktivitas lahan tersebut berkisar 5–8 ton per hektare.

Untuk mendukung pengairan, petani juga memanfaatkan pompanisasi OPLA nonrawa di 13 titik yang menggunakan tenaga listrik.

Ketua Gapoktan Asoka Kelurahan Kadidi, Muh. Amin Daif, mengaku bersyukur atas manfaat program tersebut bagi petani.

“Syukur Alhamdulillah, berkat adanya bantuan listrik masuk sawah lengkap dengan pompa air, masih bisa panen di tengah kemarau,” ujar Muh. Amin Daif.

Menurutnya, keberadaan listrik dan pompa air membantu petani mengatasi keterbatasan pasokan air sehingga kegiatan pertanian tetap berjalan meski musim kemarau berlangsung.

Program Listrik Masuk Sawah juga memberikan harapan bagi petani untuk mempertahankan produksi dan produktivitas lahan.

Dukungan infrastruktur pengairan serta kolaborasi pemerintah, Kementerian Pertanian, PLN, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perubahan musim.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sinergi berbagai pihak dapat memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan produksi pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sidrap.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sidrap Kembangkan ALAKO SAR, Pelacakan PBG Kini Lebih Mudah

10 Okt 2026 - 00:01 WITA

Sidrap Kembangkan ALAKO SAR, Pelacakan PBG Kini Lebih Mudah

Yonarmed 21/Kawali Optimalkan 21 Hektare Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

9 Okt 2026 - 09:21 WITA

Yonarmed 21/Kawali Optimalkan 21 Hektare Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

BPS RI Puji Sidrap, Jadi Pilot Project Pembangunan Inklusif

9 Okt 2026 - 00:01 WITA

BPS RI Puji Sidrap, Jadi Pilot Project Pembangunan Inklusif

Bupati Sidrap Apresiasi Market Day At-Tauhid Fest di Lautang Benteng

8 Okt 2026 - 00:53 WITA

Bupati Sidrap Apresiasi Market Day At-Tauhid Fest di Lautang Benteng

Didampingi Bupati Syaharuddin Alrif, Kalosi Alau Ikuti Penilaian Desa Berprestasi Nasional

6 Okt 2026 - 22:31 WITA

Didampingi Bupati Syaharuddin Alrif, Kalosi Alau Ikuti Penilaian Desa Berprestasi Nasional
Trending di Daerah