RUANG.NEWS SIDRAP — Pemuda asal Desa Sereang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Fajar Abdul Azis, berhasil memanen 18.705 kilogram atau sekitar 18,7 ton gabah dari lahan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Fajar memanen gabah tersebut dari lahan seluas 2 hektare di kawasan PM-AAS Desa Sereang. Dengan hasil itu, produktivitas lahannya mencapai sekitar 9,3 ton gabah per hektare.
Capaian tersebut menunjukkan potensi pertanian modern dalam meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk menekuni sektor pertanian.
Fajar mengelola lahan tersebut melalui Kelompok Tani Harapan Tani. Dalam kegiatan panen, ia mendapat pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sereang, Sapriyadi, S.P., serta orang tuanya, H. Abdul Azis.
Hasil panen itu juga memberikan nilai ekonomi yang cukup besar. Dengan harga gabah Rp7.700 per kilogram, sebanyak 18.705 kilogram gabah tersebut memiliki nilai sekitar Rp143,8 juta.
“Hasil panen ini menunjukkan bahwa bertani dengan memanfaatkan teknologi dan pengelolaan yang baik bisa memberikan hasil yang menjanjikan bagi anak muda,” kata Fajar.
Menurutnya, sektor pertanian tidak hanya menjadi pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha dan sumber penghidupan bagi generasi muda.
“Saya melihat pertanian bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai peluang untuk menghasilkan dan membangun masa depan,” ujarnya.
Keberhasilan Fajar menjadi gambaran bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam pengembangan sektor pertanian.
Pemanfaatan teknologi pertanian modern di lahan PM-AAS turut membuka peluang untuk meningkatkan hasil produksi dan nilai ekonomi lahan.
Dari lahan PM-AAS di Desa Sereang, Fajar menunjukkan bahwa ketika generasi muda mau turun ke sawah dan memanfaatkan teknologi pertanian, sektor pangan dapat menjadi ruang tumbuh sekaligus sumber penghidupan yang menjanjikan.(***)







