Menu ✖

Nasional

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG, Ini Alasan dan Sebarannya

badge-check

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Foto: Istimewa) Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Foto: Istimewa)

RUANG.News, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum mendaftarkan sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS).

Penutupan dilakukan untuk kepentingan investigasi guna memastikan pemenuhan standar higiene dan sanitasi pada dapur-dapur penyelenggara program MBG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, ribuan dapur tersebut bukan sekadar belum memenuhi persyaratan SLHS. Berdasarkan hasil pengecekan, dapur-dapur tersebut bahkan belum melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing.

“Maka pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG yang tersebar di wilayah 1 sebanyak 351, wilayah 2 sebanyak 1.417, dan wilayah 3 sebanyak 231, ditotal 1.999 ini kemudian kami nyatakan saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” kata Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

SLHS Jadi Syarat Wajib

Sudaryono menjelaskan, sertifikasi laik higiene dan sanitasi merupakan salah satu syarat mutlak bagi dapur yang menyelenggarakan program MBG.

Karena itu, BGN melakukan penyisiran terhadap seluruh SPPG untuk memastikan setiap dapur memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk kewajiban mendaftarkan SLHS.

Dari total 27.485 dapur yang sebelumnya tercatat, BGN telah menetapkan sementara sebanyak 27.022 SPPG. Proses penyisiran kemudian dilanjutkan untuk memeriksa berbagai persyaratan, termasuk status pendaftaran SLHS.

Berdasarkan pembaruan data dari Kementerian Kesehatan per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB, BGN mengidentifikasi sebanyak 1.999 dapur MBG yang belum melakukan pendaftaran SLHS.

BGN Lakukan Pengecekan Silang

Sudaryono mengatakan, BGN sebelumnya telah melakukan pengecekan silang dan mengonfirmasi status pendaftaran kepada dapur-dapur tersebut.

Namun, hingga pembaruan data terakhir, ribuan SPPG tersebut belum tercatat melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing.

“Jadi dapur-dapur sebanyak 1.999 ini itu tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing yang artinya bukan mendaftar kemudian syaratnya tidak dipenuhi, bukan. Tapi ini tidak melakukan pendaftaran,” ujarnya.

Dari total 1.999 dapur yang ditutup sementara, sebanyak 351 SPPG berada di wilayah 1; 1.417 SPPG di wilayah 2; dan 231 SPPG di wilayah 3.

BGN menegaskan penutupan tersebut bersifat sementara dan dilakukan sembari proses investigasi terhadap dapur-dapur yang belum mendaftarkan SLHS berlangsung.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan dapur penyedia makanan dalam program MBG memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum kembali beroperasi. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kawal Program Prioritas Prabowo, Kepala BPOM Taruna Ikrar Pastikan Keamanan MBG di Mataram

9 Okt 2026 - 09:32 WITA

Kawal Program Prioritas Prabowo, Kepala BPOM Taruna Ikrar Pastikan Keamanan MBG di Mataram

Penertiban Kawasan Hutan Berat, Prabowo Ingatkan Jajarannya Tak Mundur Berantas Perampokan Kekayaan Negara

7 Okt 2026 - 21:31 WITA

Penertiban Kawasan Hutan Berat, Prabowo Ingatkan Jajarannya Tak Mundur Berantas Perampokan Kekayaan Negara

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Puji Semangat Pantang Menyerah Timnas

6 Okt 2026 - 21:15 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Puji Semangat Pantang Menyerah Timnas

Prabowo Tegaskan TNI Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

6 Okt 2026 - 00:30 WITA

Prabowo Tegaskan TNI Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

HUT ke-81 TNI, Prabowo Tekankan Kesejahteraan Prajurit

5 Okt 2026 - 19:47 WITA

HUT ke-81 TNI, Prabowo Tekankan Kesejahteraan Prajurit
Trending di Nasional