RUANG.NEWS MAKASSAR — Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dalam sepekan terakhir.
Kondisi tersebut memicu kemacetan dan berdampak pada aktivitas sopir angkutan logistik serta kendaraan antarkota.
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Sadar, turun langsung meninjau kondisi tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran inspeksi mendadak (sidak) DPRD Sulsel yakni SPBU di Jalan Veteran, Makassar.
Muhammad Sadar mengatakan antrean di SPBU Veteran bahkan mencapai lebih dari 1 kilometer. Kondisi itu dinilai menyulitkan pengemudi angkutan berat yang melintas menuju sejumlah daerah.
“Setiap hari terjadi antrean di sini. Tadi ada sopir mobil besar tujuan Soroako yang antre dari jam 8 malam dan baru bisa terisi BBM saat ini. Kita ingin cek bagaimana distribusi dan stoknya,” ujar Muhammad Sadar saat meninjau lokasi.
Menurut Muhammad Sadar, stok BBM di SPBU Veteran sebenarnya masih aman dan distribusinya berjalan lancar.
Namun, kondisi tersebut justru membuat banyak pengendara memilih datang dan mengantre di SPBU tersebut.
DPRD Sulsel kemudian mengecek distribusi dan kuota BBM di SPBU Veteran untuk memastikan pasokan yang disalurkan Pertamina sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD Sulsel, Kadir Halid, yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi D, mengatakan sidak tersebut bertujuan memastikan Pertamina menyalurkan pasokan BBM sesuai kuota harian.
Berdasarkan hasil penelusuran, SPBU Veteran mendapat kuota BBM sekitar 24 ton per hari. Penyaluran berlangsung tiga kali, yakni pagi, siang, dan sore atau malam, dengan masing-masing pasokan sebanyak 8 ton.
Kadir menilai jumlah tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat dalam kondisi normal.
Menurut dia, panjangnya antrean kendaraan bukan terjadi akibat kelangkaan BBM dari Pertamina, melainkan karena panic buying atau kepanikan masyarakat dalam membeli BBM.
“Masyarakat dan pengemudi panik. Sebagai contoh, pengemudi arah Morowali yang seharusnya mengisi BBM secukupnya dulu lalu mengisi kembali di tengah perjalanan, justru langsung mengisi tangki hingga penuh (full) karena khawatir stok di tempat lain habis. Hal inilah yang memicu penumpukan antrean cukup panjang,” kata Kadir.
DPRD Sulsel mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Warga juga diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM dari Pertamina dinyatakan aman.
Selain itu, DPRD Sulsel meminta Pertamina segera menyiapkan langkah taktis untuk mengurai antrean kendaraan di sekitar SPBU.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah antrean kembali mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas angkutan logistik.
DPRD Sulsel juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) memperketat pengawasan distribusi BBM di lapangan. Pengawasan tersebut diperlukan agar penyaluran BBM berjalan lancar, sesuai ketentuan, dan tepat sasaran.(***)







