RUANG.News, TORAJA – Hasil pemeriksaan sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menunjukkan adanya cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli).
Cemaran tersebut ditemukan pada menu ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi siswa sebelum mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, mengatakan hasil pemeriksaan tersebut berdasarkan laporan resmi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar.
“Pada sampel ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi SMP dan SD ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia coli,”kata Yosefina, Jumat (11/9/2026).
Menurut Yosefina, keberadaan bakteri E. coli pada makanan tersebut tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan. Cemaran bakteri tersebut dapat berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan, seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.
“Adanya cemaran mikrobiologi atau bakteri Escherichia coli pada sampel yang diuji, yaitu ayam masak bumbu kuning, dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi, seperti diare, mual, muntah dan sakit perut,” jelasnya.
Sampel Makanan Lain Negatif E. coli
Yosefina menegaskan, tidak seluruh sampel makanan yang diperiksa menunjukkan adanya cemaran.
Hasil pengujian terhadap nasi putih, tempe mendoan, sayur tumis jagung, wortel dan labu siam, serta ikan nila dinyatakan negatif untuk parameter E. coli, Staphylococcus aureus, Salmonella, methanil yellow, sianida, dan nitrit.
Sementara sampel irisan melon juga dinyatakan negatif untuk E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella dalam pemeriksaan mikrobiologi.
Namun, pemeriksaan kimia terhadap sampel melon menemukan kandungan nitrit dalam kadar kecil.
Yosefina menjelaskan, nitrit dalam jumlah sangat kecil dapat ditemukan secara alami pada sayuran dan buah. Hal itu dapat terjadi karena proses penyerapan nitrat dari tanah atau air yang kemudian mengalami perubahan akibat aktivitas bakteri.
“Secara alami sayur dan buah dapat mengandung nitrit dalam jumlah yang sangat kecil,” katanya.
193 Siswa Mengalami Gangguan Kesehatan
Sebelumnya, sebanyak 193 siswa dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Tana Toraja dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Para siswa mengalami sejumlah keluhan, di antaranya pusing, mual, dan muntah.
Ratusan siswa tersebut kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk klinik dan rumah sakit.
Hasil pemeriksaan sampel makanan oleh BBPOM Makassar kini menjadi salah satu dasar penanganan lebih lanjut terhadap kejadian tersebut. (*)







