RUANG.NEWS SOPPENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng menggelar Bedah Buku Seri I sebagai ruang diskusi dan pertukaran gagasan mengenai dinamika demokrasi dan kepemiluan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor KPU Soppeng, Senin (14/9/2026), dengan membedah buku Demokrasi Kolom Kosong: Menakar Legitimasi, Kompetisi, dan Partisipasi Politik karya Dr. Sufirman, S.IP., M.Si.
Kegiatan diawali dengan prosesi pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua KPU Kabupaten Soppeng, Risal.
Ia menekankan pentingnya membangun ruang diskusi yang dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan literasi demokrasi, terutama di tengah berbagai dinamika penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.
“ Kualitas demokrasi ke depannya merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Risal.
Setelah sambutan Ketua KPU Soppeng, kegiatan berlanjut dengan pidato pembukaan (opening speech) oleh Anggota KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Ahmad Adiwijaya, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.
Ahmad menyampaikan pentingnya membaca dan mendiskusikan fenomena demokrasi dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, bedah buku dapat menjadi sarana untuk melihat persoalan kepemiluan tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga melalui perspektif akademik serta sosial-politik.
“Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca, sebab penulisnya merupakan perpaduan antara praktisi atau penyelenggara pemilu, scholar atau akademisi, juga seorang aktivis, sehingga buku ini sangat renyah dibaca,” ungkapnya.
Mengulas Fenomena Kolom Kosong
Memasuki sesi utama, peserta mengulas berbagai gagasan dalam buku Demokrasi Kolom Kosong, khususnya mengenai legitimasi, kompetisi, dan partisipasi politik.
Diskusi menghadirkan Ahiruddin, S.Ag., M.Pd.I., Akademisi STAI Al Gazali Soppeng, sebagai Panelis I, serta Haswinardi, S.I.P., Anggota KPU Kabupaten Soppeng, sebagai Panelis II.
Kedua panelis membahas fenomena kolom kosong dari perspektif yang berbeda. Perspektif akademik memberikan ruang untuk melihat fenomena tersebut dalam kerangka demokrasi dan partisipasi politik.
Sementara itu, perspektif penyelenggara pemilu memberikan gambaran mengenai dinamika kolom kosong dalam konteks penyelenggaraan pemilihan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan moderator Darmawati Alimuddin dari Sekretariat KPU Kabupaten Soppeng yang mengarahkan jalannya pembahasan.
Melalui Bedah Buku Seri I, KPU Soppeng tidak hanya menghadirkan kegiatan literasi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat, akademisi, penyelenggara pemilu, dan berbagai pihak untuk mendiskusikan isu-isu demokrasi secara kritis dan konstruktif.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman publik mengenai demokrasi sekaligus menjadi bagian dari upaya KPU Soppeng menghadirkan ruang edukasi dan diskusi kepemiluan yang terbuka bagi masyarakat.(***)








