MAKASSAR — Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali gembleng 1.500 mahasiswa baru dengan menanamkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Mahasiswa baru tidak hanya berasal dari Sulawesi.
“Ya, ada peningkatan, karena tahun ini itu jumlahnya sampai 1.500-an,” ujar Rektor UIM Al-Gazali, Prof Muammar Bakry di Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM, Selasa (29/9/2026).
Ia menerangkan mahasiswa baru tahun ini berasal dari berbagai daerah. Termasuk dari Maluku, Papua, Sulawesi Tengah hingga Jawa Tengah.
“Ada beberapa mahasiswa dari Maluku Ambon, kemudian ada dari Papua. Sebarannya juga saya kira sangat masif di beberapa daerah di Papua. Ada dari Sulawesi Tengah, ada bahkan dari Jawa Tengah,” ucapnya.
Prof Muammar menilai persebaran mahasiswa menunjukkan UIM mulai menjadi salah satu tujuan pendidikan tinggi. Khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Ya, itu artinya bahwa secara nasional ini UIM sudah menjadi destinasi akademik juga di Sulawesi Selatan,” katanya.
Dalam PKKMB, kata Prof. Muammar, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus. Tetapi juga diarahkan untuk memahami nilai dan karakter yang menjadi identitas UIM.
“Jadi tradisi di UIM, di awal akademik, kita lakukan pengenalan kampus sehingga mahasiswa yang baru ini sudah akrab dengan kegiatan-kegiatan yang ada di kampus. Jadi kita lakukan secara sederhana dan itu semua sudah terprogram,” ujarnya.
Ia mengatakan UIM konsisten mengusung nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Menurutnya, nilai itu sebagai upaya pembentukan karakter mahasiswa baru.
“Tentu kampus UIM sebagai kampus yang mengusung Ahlussunnah wal Jama’ah visi misi besarnya, yang utama dan pertama kita perkenalkan adalah bagaimana sesungguhnya arah visi misi karakter membangun ke-Aswaja-an itu di kampus,” jelasnya.
Selain pembentukan karakter, UIM juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kemampuan mahasiswa. Diantaranya soft skill dan talenta yang mereka miliki.
“Tentu penciri yang utama selain tadi bagaimana membangun karakter, tapi juga kita membina skill, soft skill mahasiswa,” katanya.
Prof. Muammar menyebut mahasiswa baru tahun ini memiliki beragam talenta yang telah mereka kembangkan sejak dari daerah asal masing-masing. Di antaranya kemampuan baca tulis Al-Qur’an, tilawah hingga seni tari.
“Alhamdulillah, mahasiswa yang terdaftar tahun ini rata-rata memiliki talenta yang luar biasa dari sekolah mereka masing-masing, dari kampung mereka. Ada yang memiliki kemampuan di baca tulis Al-Qur’an, tilawah, ada juga bahkan yang pernah menjuarai seni misalnya tari sambal dan lain sebagainya,” ujarnya.
UIM juga menyiapkan sejumlah skema beasiswa bagi mahasiswa. Prof. Muammar mengatakan beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), BAZNAS, perusahaan, lembaga, perbankan hingga pemerintah daerah.
“Ya, ada mahasiswa. Kita ini sudah kita ajukan untuk memperoleh beasiswa, baik itu beasiswa yang sifatnya reguler, misalnya beasiswa yang disiapkan oleh negara dalam bentuk KIP. Itu jumlahnya puluhan,” katanya.
Ia menambahkan, beasiswa juga diperoleh melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga dan pemerintah daerah.
“Ada juga beasiswa atas kerja sama dengan BAZNAS dan beberapa perusahaan-perusahaan, lembaga, termasuk perbankan di Indonesia ini. Dan juga beasiswa yang disiapkan oleh kerja sama kita dengan Pemda masing-masing,” kata Prof. Muammar.










