Menu ✖

Politik

HUT ke-18 PIRA, Perempuan Diajak Cegah Kanker Sejak Dini

badge-check

Ketua Umum PP PIRA Novita Wijayanti (fraksigerindra.id) Perbesar

Ketua Umum PP PIRA Novita Wijayanti (fraksigerindra.id)

RUANG.NEWS JAKARTA – Perempuan Indonesia Raya (PIRA) menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas kesehatan perempuan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kanker dan Pemeriksaan Pap Smear gratis.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PIRA dengan mengusung tema “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat” di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Ketua Umum PP PIRA Novita Wijayanti mengatakan, perjalanan 18 tahun PIRA menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam memberdayakan perempuan, termasuk melalui peningkatan kesadaran terhadap kesehatan.

“Delapan belas tahun perjalanan PIRA adalah bukti nyata dari komitmen yang konsisten dan berkelanjutan dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, serta kualitas hidup perempuan Indonesia,” kata Novita dalam sambutannya.

Menurut Novita, perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga karena menjadi salah satu penopang utama kehidupan keluarga sekaligus pendidikan anak.

Karena itu, kesehatan perempuan memiliki kaitan erat dengan kemampuan keluarga dalam menjalankan berbagai peran dan tanggung jawab.

“Perempuan adalah tiang keluarga, madrasah pertama bagi anak-anak, serta penopang utama ketahanan keluarga,” ujar legislator dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Dalam kesempatan itu, Novita juga menekankan pentingnya edukasi dan deteksi dini terhadap kanker serviks dan kanker payudara.

Ia mendorong perempuan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar risiko maupun indikasi penyakit dapat diketahui sejak awal.

“Kita tahu bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kanker serviks, misalnya, dapat dicegah dan ditangani secara efektif apabila terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan rutin seperti Pap Smear,” katanya.

Edukasi dan Deteksi Dini

Pentingnya edukasi dan pemeriksaan kesehatan juga disampaikan Afina Putri Indriani, S.Keb., Bdn., narasumber dari YPKi.

Menurut Afina, perempuan perlu terus memperkuat pemahaman mengenai kanker serviks dan kanker payudara. Pengetahuan tersebut dapat mendorong perempuan melakukan pencegahan dan deteksi dini.

“Edukasi tentang kanker, khususnya kanker serviks dan kanker payudara, sangat penting karena pencegahan dan deteksi dini dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan lebih banyak perempuan,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Afina.

Afina berharap kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan Pap Smear gratis yang digelar PIRA tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan reproduksi perlu menjadi bagian dari kebiasaan perempuan dalam menjaga kesehatan.

“Kami berharap kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan Pap Smear gratis ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi perlu menjadi bagian dari kebiasaan hidup perempuan, sehingga berbagai risiko penyakit dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” katanya.

Ia menilai pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya menjadi sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, mengetahui kondisi kesehatan sejak awal memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang sesuai apabila ditemukan masalah kesehatan.

“Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena itu, kami mengajak para perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan dirinya,” sebutnya.

PIRA Didorong Konsisten Hadir di Masyarakat

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pembina PP PIRA Rani D. Sutrisno.

Ia berharap PIRA terus menghadirkan kegiatan positif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di bawah kepemimpinan Novita Wijayanti.

“Di bawah kepemimpinan Ibu Novita Wijayanti, saya berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan secara konsisten. Semoga PIRA semakin kuat, semakin kompak, dan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan manfaat serta kontribusi nyata,” kata Rani.

Novita menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan akses pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

“Semoga semangat menjaga kesehatan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, melainkan ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar kita,” katanya.

Di akhir sambutannya, Novita mengingatkan seluruh perempuan agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan mulai menjadikan kesehatan sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri maupun keluarga.

“Jangan pernah ragu atau menunda untuk menyayangi diri sendiri. Menjaga kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terbesar kita kepada suami, anak-anak, dan keluarga,” pungkasnya.

Data Kanker Serviks dan Payudara

Berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan tersebut, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis menderita kanker serviks dan sekitar 21.000 di antaranya meninggal dunia.

Data tersebut menunjukkan tingginya risiko kematian pada perempuan yang mengalami kanker serviks.

Sementara itu, kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 65.000 hingga 68.000 kasus baru kanker payudara setiap tahun di Indonesia.

Sekitar 70 persen pasien kanker payudara terdeteksi dan datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah berada pada stadium lanjut. Angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia tercatat lebih dari 22.000 jiwa per tahun.

Data tersebut semakin menegaskan pentingnya edukasi, pencegahan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala agar risiko kanker dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

11 Okt 2026 - 17:05 WITA

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

10 Okt 2026 - 22:02 WITA

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

10 Okt 2026 - 19:37 WITA

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

9 Okt 2026 - 00:52 WITA

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai

8 Okt 2026 - 16:16 WITA

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai
Trending di Politik