RUANG.NEWS MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras alias AIA menghadiri peluncuran Gerakan Peduli Tetangga di GOR Sudiang, Makassar, Minggu (4/10/2026).
Gerakan yang digagas Kementerian Sosial RI tersebut menjadikan Kota Makassar sebagai daerah pertama yang meluncurkannya.
Sebanyak 6.032 pengurus RT/RW di Kota Makassar dilibatkan sebagai agen yang membantu pendataan warga di wilayah masing-masing.
Pendataan tersebut bertujuan memperkuat akurasi data masyarakat sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hadir langsung dalam peluncuran tersebut.
Hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta Anggota DPRD Sulsel Fraksi Gerindra Sultan Tajang.
Dalam sambutannya, Gus Ipul secara khusus menyapa Andi Iwan Darmawan Aras yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Bapak Andi Iwan Darmawan Aras ini Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II. Tepuk tangan untuk beliau. Saya meminta beliau untuk hadir bersama kita dari Jakarta,” ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, pemerintah terus berupaya memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial.
Langkah tersebut penting karena masih terdapat bantuan sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki sejumlah program strategis yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan daerah, salah satunya melalui penguatan data masyarakat.
“Intinya, Bapak Presiden ingin agar data kita semakin akurat. Sebab, masih banyak bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, data yang akurat harus menggambarkan kondisi objektif dan kondisi riil masyarakat. Data tersebut memuat nama individu dan keluarga yang membutuhkan perlindungan sosial.
Pemerintah juga membuka akses terhadap data agar masyarakat dapat memberikan masukan, mengusulkan perubahan, maupun menyanggah data yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Gus Ipul menyebut langkah koreksi data telah menghasilkan perubahan signifikan. Dalam dua tahun terakhir, lebih dari empat juta orang yang sebelumnya tidak pernah menerima bantuan sosial kini masuk sebagai penerima manfaat.
“Telah terjadi koreksi terhadap data penerima bantuan sosial bagi lebih dari empat juta orang, termasuk di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Selain memperbaiki data, pemerintah melakukan digitalisasi dalam proses penyaluran bantuan sosial. Sistem akan menentukan kelayakan penerima berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Menurut Gus Ipul, sistem tersebut akan memberikan penjelasan mengenai alasan seseorang memenuhi atau belum memenuhi syarat menerima bantuan sosial.
Namun, pemerintah tetap membutuhkan partisipasi masyarakat untuk memastikan data sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Salah satu jalur partisipasi tersebut dimulai dari tingkat RT dan RW. Para operator membantu proses pengusulan dan pemutakhiran data sebelum meneruskannya ke Dinas Sosial hingga pemerintah kota.
AIA Siap Kawal Program Pemerintah
Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan kehadirannya dalam peluncuran Gerakan Peduli Tetangga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperbaiki data dan memastikan bantuan sosial diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurut AIA, keberadaan RT dan RW sangat strategis karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warga di lingkungannya.
“Gerakan Peduli Tetangga ini sangat penting karena pendataan dimulai dari lingkungan masyarakat. Kita ingin memastikan warga yang memang berhak mendapatkan bantuan tidak terlewat dan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran,” kata AIA.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, seluruh masyarakat yang memenuhi kriteria harus memperoleh haknya melalui program bantuan pemerintah.
“Prinsipnya, semua warga atau masyarakat yang berhak harus mendapatkan bantuan. Karena itu, data harus benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.
AIA juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk program yang berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Sulsel II sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, AIA menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW menjadi kunci agar program prioritas pemerintah berjalan efektif.
“Kita tentu akan terus mengawal program prioritas Bapak Presiden. Yang paling penting, program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat dan memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
AIA berharap Gerakan Peduli Tetangga tidak sekadar menjadi kegiatan pendataan, tetapi menjadi langkah konkret untuk membangun sistem perlindungan sosial yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran di masyarakat.(***)





