RUANG.NEWS JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menghadapi tantangan berat dalam menertibkan kawasan hutan dan menyelamatkan kekayaan negara.
Ia menyebut ancaman dan tekanan akan selalu muncul dalam upaya memberantas korupsi, penyelundupan, hingga praktik perampokan kekayaan negara.
Prabowo mengaku menghargai jajaran pemerintah yang tetap berani menjalankan tugas meski menghadapi ancaman. Namun, ia meminta pihak yang tidak ingin berada di jalan yang benar untuk meninggalkan barisan pemerintahannya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp13.241.335.681.910,13 serta penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10).
“Saya persilakan, saudara-saudara dalam Satgas ini (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir dengan baik,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, upaya pemerintah menertibkan pengelolaan kekayaan negara selalu menghadapi perlawanan, terutama dari pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi dan kecurangan.
Ia menilai persoalan tersebut telah mengakar di berbagai sektor, mulai dari penyelundupan, peredaran narkotika, penipuan, hingga praktik perampokan kekayaan negara.
“Sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan. Tantangan ini selalu ada, kita paham itu,” jelasnya.
Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menentukan sikap dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap memilih jalan kebenaran dan tidak menyerah kepada pihak yang serakah serta tidak setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
“Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin,” imbuhnya.
Ungkap Ancaman kepada Jajaran
Prabowo mengungkapkan adanya tekanan dan ancaman terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam upaya penertiban kawasan hutan. Menurutnya, ancaman tersebut bahkan menyasar keluarga mereka.
Meski demikian, Prabowo mengapresiasi jajaran yang tetap bertahan dan tidak mundur dalam menjalankan tugas.
Ia menyampaikan terima kasih kepada mereka yang terus berjuang bersama pemerintah untuk mengamankan kekayaan negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Prabowo juga menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi serangan dari pihak-pihak yang menentang kebijakan pemerintah.
Ia menyebut serangan tersebut tidak hanya muncul melalui media sosial, tetapi juga melalui demonstrasi yang menurutnya dibiayai oleh kelompok tertentu.
“Percayalah kebenaran akan menang, percayalah kita di atas jalan yang benar, kita tidak ragu-ragu, biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka serang kita di sosmed, mereka mau biayai demonstrasi, kita tidak gentar,” kata Prabowo.
Satgas PKH Selamatkan Rp52 Triliun
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut mengapresiasi kinerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara.
Ia menyebut total uang tunai yang berhasil dikembalikan kepada Kementerian Keuangan hingga saat ini mencapai sekitar Rp52 triliun atau setara USD3 miliar.
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mengambil kembali aset dan kekayaan negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat.
Upaya tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pengelolaan kekayaan negara sekaligus memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat.(***)






