RUANG.NEWS MAKASSAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pinrang menyatakan komitmennya mendukung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ketua DPC Demokrat Pinrang, Muhtadin, mengungkapkan bahwa pihaknya masuk dalam tujuh DPC kabupaten/kota yang telah berkomitmen mendukung Appi untuk maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Sulsel.
Selain Pinrang, enam DPC lainnya yang disebut mendukung Appi berasal dari Parepare, Sidrap, Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.
“Pinrang masuk di situ. Selain itu ada Parepare, Sidrap, Makassar, Gowa, Maros, sama Sanudara Tarang yang di Takalar,” kata Muhtadin saat dihubungi Sindo Makassar, Selasa (13/10/2026).
Muhtadin menjelaskan, Demokrat Pinrang memang belum menandatangani surat rekomendasi dukungan secara resmi.
Namun, pihaknya telah berkomitmen mendukung Appi dalam Musda mendatang.
“Kita ini tinggal menunggu arahan dari DPP. Apalagi Pak Ullah dan Pak Appi sudah bertemu saat dipanggil oleh DPP beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Dalam persyaratan pencalonan Ketua DPD Demokrat Sulsel, bakal calon harus mengantongi dukungan minimal 20 persen dari total pemilik suara.
Dengan 27 hak suara dalam Musda, seorang kandidat membutuhkan sedikitnya tujuh dukungan untuk memenuhi ambang batas tersebut.
Sebanyak 27 hak suara itu terdiri atas 24 DPC kabupaten/kota, satu DPD, satu DPP, dan satu organisasi sayap partai.
Komitmen tujuh DPC tersebut membuat nama Appi menguat dalam bursa calon Ketua DPD Demokrat Sulsel.
Meski demikian, dukungan Demokrat Pinrang masih menunggu arahan DPP dan belum dituangkan dalam surat rekomendasi resmi.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Gowa, Rismawati Kadir Nyampa, juga tidak menampik dukungan pihaknya kepada Appi.
Ia menegaskan bahwa DPC akan mengikuti arahan pimpinan partai dalam menentukan sikap pada Musda.
“Pada prinsipnya kami tunduk dan patuh terhadap arahan dari DPP. Kalau DPP dan DPD saja arahnya begitu, apalagi kami ini di DPC,” jelasnya.
Dukungan sejumlah DPC tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam dinamika menjelang Musda Demokrat Sulsel.
Keputusan akhir mengenai kepemimpinan partai di tingkat provinsi tetap mengikuti mekanisme dan keputusan organisasi.(***)










