Menu ✖

Daerah

Pangan Murah Sidrap Laris Manis di Sulsel Expo 2026, Bupati: Kami Tambah

badge-check

Pangan Murah Sidrap Laris Manis di Sulsel Expo 2026, Bupati: Kami Tambah (FOTO: RUANG.NEWS) Perbesar

Pangan Murah Sidrap Laris Manis di Sulsel Expo 2026, Bupati: Kami Tambah (FOTO: RUANG.NEWS)

RUANG.NEWS MAKASSAR – Stan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) diserbu masyarakat saat pelaksanaan Sulsel Expo & Culinary 2026 di Lapangan Hasanuddin, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Jumat (16/10/2026).

Tingginya antusiasme warga membuat sejumlah paket pangan murah yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap ludes terjual.

Produk beras dan telur menjadi daya tarik utama stan Sidrap. Kedua komoditas unggulan tersebut ditawarkan dengan harga terjangkau melalui program pasar murah yang mendapat dukungan subsidi dari Gubernur Sulawesi Selatan.

Sejak sore hingga malam hari, masyarakat terus berdatangan untuk mendapatkan paket pangan murah sekaligus melihat berbagai produk unggulan Kabupaten Sidrap dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada hari pertama pameran, Pemkab Sidrap menyiapkan 450 rak telur yang dikemas dalam 150 paket serta 100 paket berisi beras premium 5 kilogram dan minyak goreng 2 liter.

Paket yang ditawarkan terdiri atas dua jenis, yakni beras premium 5 kilogram bersama minyak goreng 2 liter serta telur sebanyak tiga rak dalam satu paket.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan beras dan telur menjadi komoditas andalan daerahnya karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Produk unggulan Sidrap adalah beras dan telur. Memang ada banyak komoditas lainnya, tetapi beras dan telur merupakan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan,” kata Syaharuddin saat ditemui di Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Ia menjelaskan, dukungan subsidi dari Gubernur Sulawesi Selatan memungkinkan Pemkab Sidrap menawarkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Syahar sapaan akrab Bupati, tingginya minat warga membuat persediaan pangan murah yang disiapkan pada malam sebelumnya langsung habis.

Pemkab Sidrap pun menambah jumlah paket untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pameran berlangsung.

“Persediaan yang disiapkan kemarin malam sudah habis. Namun, atas arahan Bapak Gubernur, kami kembali menambah jumlah paket untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hari ini dan besok,” ujarnya.

Zakat Pertanian Jadi Strategi Pengentasan Kemiskinan

Selain menggelar pasar murah, Pemkab Sidrap menjalankan strategi pengentasan kemiskinan melalui optimalisasi zakat pertanian.

Pemerintah daerah mendorong penghimpunan zakat dari para petani melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kemudian menyalurkannya kepada masyarakat miskin.

Syaharuddin menegaskan, penanganan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan kebutuhan pokok.

Pemerintah juga perlu membuka peluang bagi masyarakat agar mampu membangun kemandirian ekonomi.

“Pendekatan ini bukan lagi sekadar pasar murah, melainkan bagaimana kita tidak hanya memberikan ikan, tetapi juga memberikan pancing,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dana zakat pertanian yang dihimpun Baznas diarahkan untuk membantu masyarakat miskin, terutama melalui pemberian modal usaha.

Dengan dukungan tersebut, penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Pemkab Sidrap juga menerapkan pendekatan by name by address untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Pemerintah mengidentifikasi penerima secara spesifik, kemudian menyalurkan bantuan modal usaha yang bersumber dari zakat pertanian serta kontribusi para dermawan, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Syaharuddin menyebut angka kemiskinan Sidrap tercatat sebesar 4,625 persen berdasarkan data terbaru yang dirujuk pemerintah daerah.

Ia mengatakan angka tersebut menjadi yang terendah di antara 21 kabupaten di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui zakat pertanian menjadi salah satu upaya untuk membantu warga keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Di bidang kesehatan, Pemkab Sidrap juga mengampanyekan konsumsi dua butir telur setiap hari sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting.

Syaharuddin mengatakan, kemiskinan dan stunting memiliki keterkaitan sehingga pemerintah perlu menangani kedua persoalan tersebut secara beriringan.

“Untuk penanganan stunting, kami di Sidrap juga mengampanyekan konsumsi dua butir telur setiap hari. Ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka stunting di daerah kami,” katanya.

Ia menambahkan, angka stunting di Sidrap juga termasuk yang terendah di Sulawesi Selatan.

Melalui program pangan murah, pemberdayaan ekonomi berbasis zakat pertanian, dan kampanye pemenuhan gizi, Pemkab Sidrap berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat penanganan kemiskinan dan stunting secara terpadu.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Arif Situju Tutup Usia, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kenang Kebersamaan Puluhan Tahun

2 Nov 2026 - 22:52 WITA

Arif Situju Tutup Usia, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kenang Kebersamaan Puluhan Tahun

Mapadendang di Kalosi Alau, Bupati Sidrap Turun ke Lesung Rayakan Panen

1 Nov 2026 - 19:41 WITA

Mapadendang di Kalosi Alau, Bupati Sidrap Turun ke Lesung Rayakan Panen

Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Kampale

1 Nov 2026 - 14:10 WITA

Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Kampale

Prajurit Yonarmed 21/Kawali Sigap Padamkan Kebakaran Lahan di Bone

31 Okt 2026 - 23:41 WITA

Prajurit Yonarmed 21/Kawali Sigap Padamkan Kebakaran Lahan di Bone

Bupati Sidrap Motivasi Siswa SMPN 2 Pangsid Kejar Prestasi

30 Okt 2026 - 17:22 WITA

Bupati Sidrap Motivasi Siswa SMPN 2 Pangsid Kejar Prestasi
Trending di Daerah