RUANG.NEWS MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung program prioritas nasional, khususnya dalam memperkuat perlindungan sosial dan memastikan bantuan sosial (bansos) dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.
Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK), di Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Selasa (17/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Sosial RI tersebut mengangkat tema “Transformasi Digitalisasi Bantuan Sosial, Pendampingan KPM Menuju Graduasi Mandiri, dan Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat”.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan bahwa Pemkot Makassar siap menjadi mitra pemerintah pusat dalam menjalankan berbagai program strategis yang sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Menteri, kami di Pemerintah Kota Makassar selalu siap mendukung dan menjalankan program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Appi.
Komitmen itu, menurutnya, diwujudkan melalui keterlibatan Makassar sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digagas Kementerian Sosial RI.
Gerakan ini menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pelayanan sosial melalui keterlibatan masyarakat, sehingga warga yang membutuhkan bantuan tidak terkendala keterbatasan informasi maupun akses terhadap layanan pemerintah.
“Melalui semangat Peduli Tetangga, kami Pemkot Makassar mendorong agar kepedulian dimulai dari lingkungan terdekat,” katanya.
“Kami memastikan warga yang membutuhkan memperoleh akses terhadap perlindungan sosial merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” sambung Wali Kota Makassar itu.
Munafri menilai, penguatan perlindungan sosial menjadi kebutuhan penting bagi Makassar sebagai kota metropolitan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia timur.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dan karakteristik masyarakat urban yang padat, Makassar menghadapi beragam persoalan sosial yang membutuhkan penanganan bersama, mulai dari kerentanan ekonomi hingga mitigasi bencana alam dan bencana sosial.
“Karena itu, kami dari pemerintah kota bersama seluruh pilar sosial terus memberikan penguatan, baik dalam mitigasi bencana alam maupun bencana sosial,” jelasnya.
Orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan, pertumbuhan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan ini, Appi juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang disampaikan Munafri, pertumbuhan ekonomi Makassar pada kuartal terakhir mencapai 7,04 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan pemerintah.
“Kita berharap pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya di atas kertas, tetapi berbagai program nasional dan daerah, dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang ada di Kota Makassar,” tuturnya.
Munafri juga berharap kehadiran Menteri Sosial beserta jajaran dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan program perlindungan sosial, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur dan pilar sosial di lapangan.
Salah satu langkah yang didorong dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga adalah memperluas keterlibatan masyarakat melalui Agen Perlinsos.
Program ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membantu tetangga, keluarga, maupun warga di sekitarnya dalam mengakses layanan pengajuan bantuan sosial, terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan digital.
Dikatakan, melalui pendekatan ini, perlindungan sosial tidak hanya bertumpu pada pelayanan pemerintah, tetapi juga diperkuat oleh kepedulian dan partisipasi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Munafri mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Sebab, tidak semua warga yang membutuhkan bantuan mampu mengakses informasi, memahami prosedur, atau mengurus layanan secara mandiri.
“Kehadiran RT/RW juga pendamping di lingkungan tempat tinggal warga, diharapkan dapat membantu menjembatani kebutuhan tersebut, sehingga akses terhadap layanan perlindungan sosial menjadi lebih mudah dijangkau,” harap Appi.
Pendaftaran Agen Perlinsos dapat dilakukan melalui portal resmi Kementerian Sosial di agen.perlinsos.kemensos.go.id dengan memilih menu pendaftaran agen, memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), menjalani verifikasi wajah, dan melengkapi data diri sesuai ketentuan.
Calon agen juga perlu memenuhi persyaratan identitas digital yang berlaku. Registrasi atau aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat dilakukan secara paralel dengan proses pendaftaran, tetapi IKD harus sudah aktif ketika agen mulai membantu warga mengakses layanan.
Melalui mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan dapat berperan sebagai penghubung antara warga yang membutuhkan pendampingan dan layanan perlindungan sosial pemerintah.
Appi menambahkan, penguatan perlindungan sosial bukan semata-mata persoalan penyaluran bantuan, melainkan juga memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh informasi dan pendampingan yang memadai.
Gerakan Nasional Peduli Tetangga menjadi dorongan untuk membangun kepedulian sosial dari lingkungan terdekat, dengan mengajak warga mengenali kebutuhan tetangga, mendengarkan kesulitan mereka, dan membantu mengakses layanan yang tersedia.
Pendekatan ini juga diharapkan memperkuat peran pilar-pilar sosial sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan administratif maupun keterbatasan akses digital.
Oleh sebab itu, Munafri menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparatur, pilar sosial, dan masyarakat agar program perlindungan sosial dapat berjalan lebih efektif.
Ia berharap, sinergi dengan Kementerian Sosial dapat terus diperkuat sehingga berbagai program nasional mampu menjawab kebutuhan masyarakat Makassar secara lebih tepat sasaran.
“Sekali lagi, selamat datang di Kota Makassar. Kami berharap mendapat arahan dan bimbingan dari Pak Menteri agar kita bersama-sama bisa menjaga dan membangun Makassar, sekaligus melibatkan seluruh masyarakat dalam proses pembangunan,” tukas mantan CEO PSM itu. (***)










