RUANG.NEWS MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhiddin M Said, berencana membentuk pengurus harian sementara dalam waktu dekat.
Langkah tersebut akan diawali dengan konsolidasi internal guna mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
Sebelumnya, Muhiddin juga telah melakukan konsolidasi internal di kantor DPD I Golkar Sulsel pada tanggal 23 Desembar 2025 lalu.
“Kita mau konsolidasi dulu, melengkapi pengurus sementara. Setelah itu kita cari waktu. Saya yakin Golkar akan bersatu di Sulsel,” kata Muhiddin saat dihubungi, Senin (5/1).
Menurut Muhiddin, konsolidasi diperlukan untuk menyempurnakan struktur kepengurusan sementara.
Hal tersebut merupakan kesepakatan bersama seluruh kader yang hadir dalam pertemuan perdana pada Desember 2025 lalu.
“Ini sudah menjadi kesepakatan kita. Kita lakukan konsolidasi terlebih dahulu, penyempurnaan pengurus sementara, baru kemudian mempersiapkan Musda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah posisi dalam kepengurusan perlu diperbarui karena terdapat pengurus yang sudah tidak aktif.
“Kita mau sempurnakan dulu pengurus ini karena ada yang sudah tidak ada, ada yang keluar, dan ada juga yang meninggal dunia. Jadi harus disempurnakan terlebih dahulu,” katanya.
Musda Golkar Sulsel sendiri dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.
Muhiddin menyebut, dirinya mendapat mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar untuk segera mengawal proses pencarian ketua definitif.
“Tergantung hasil konsolidasi. Kalau itu sudah kita lakukan, Musda bisa segera digelar. Saya kira tidak terlalu lama, paling satu bulan,” jelas anggota DPR RI tersebut.
Sejauh ini, sejumlah nama disebut-sebut bakal maju dalam Musda Golkar Sulsel.
Di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Bupati Luwu Patahudding, dan Bupati Soppeng Suwardi Haseng.
Selain itu, dua nama dari eksternal juga menguat, yakni Ilham Arief Sirajuddin dan Adnan Purichta Ichsan.
Muhiddin mengaku menyambut positif banyaknya kader yang berminat memimpin Golkar Sulsel. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi keuntungan bagi partai.
“Itu bagus. Artinya kader Golkar cukup banyak yang mampu memimpin. Siapa pun yang nanti kita sepakati, semua harus ikut dan saling merangkul,” ujarnya.(**)








