Menu ✖

DPRD Sulsel

Danau Tempe Kian Memprihatinkan, Anggota DPRD Sulsel Sultan Tajang Minta Tindakan Nyata

badge-check

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang/ist Perbesar

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang/ist

RUANG.NEWS MAKASSAR – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait penyelamatan Danau Tempe yang dinilai belum berkesinambungan, Senin (12/1).

Akibat ketidakjelasan penanganan, penyelesaian persoalan Danau Tempe dan dampak yang ditimbulkan dinilai masih jauh dari harapan masyarakat Kabupaten Wajo.

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, dan dihadiri sejumlah anggota Komisi D lainnya, termasuk Sultan Tajang.

Sejumlah instansi terkait juga hadir, antara lain perwakilan Gubernur Sulsel, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Dinas Sumber Daya Air, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang, menyampaikan bahwa pihaknya mendorong pembentukan tim khusus penyelamatan Danau Tempe.

Menurutnya, aspirasi masyarakat Wajo dan wilayah sekitar seperti Kabupaten Sidenreng Rappang dan Soppeng perlu segera direspons secara konkret.

“Langkah ini mendesak karena kondisi Danau Tempe semakin memprihatinkan. Sekitar 20 sungai di Sulawesi Selatan bermuara ke Danau Tempe, sementara jalur pembuangan hanya satu, yaitu Sungai Walanae–Cendranae yang bermuara ke Teluk Bone. Kondisi ini menyebabkan beban tampungan air sangat besar,” ujarnya.

Akibat ketimpangan tersebut, banjir hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Wajo.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, diperlukan langkah terukur dan terencana, terlebih Danau Tempe telah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan Danau Tempe, sekaligus mengatasi kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat, terutama pada sektor pertanian.

Komisi D DPRD Sulsel mendorong agar tim penyelamatan Danau Tempe segera dibentuk sehingga implementasi Perpres dapat direalisasikan.

Tim tersebut diharapkan mampu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun pemerintah pusat.

Sultan Tajang mengungkapkan, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di wilayah sekitar Danau Tempe cukup besar, meskipun belum dapat dirinci secara pasti.

Di Kabupaten Wajo, beberapa kecamatan yang kerap terdampak banjir antara lain Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Pammana, Tanasitolo, dan Belawa.

Ia menjelaskan, jika curah hujan tinggi terjadi di daerah sekitar seperti Kabupaten Sidenreng Rappang, Enrekang, Soppeng, dan Bone, aliran air akan bermuara ke Danau Tempe sehingga risiko banjir meningkat, khususnya pada akhir hingga awal tahun.

“Sering kali hujan tidak turun di Wajo, tetapi turun di Enrekang atau Sidrap. Namun banjir justru terjadi di Wajo karena semua aliran air masuk ke Danau Tempe,” katanya.

Dengan kondisi sekitar 20 sungai bermuara ke Danau Tempe dan hanya satu saluran pembuangan menuju Teluk Bone, Komisi D menilai perlunya penanganan komprehensif dan lintas sektor agar persoalan banjir tahunan dan kerusakan lingkungan dapat diminimalkan.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

11 Okt 2026 - 18:54 WITA

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

8 Okt 2026 - 16:33 WITA

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

6 Okt 2026 - 14:20 WITA

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

4 Okt 2026 - 23:37 WITA

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar

2 Okt 2026 - 23:08 WITA

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar
Trending di DPRD Sulsel