RUANG.NEWS MAKASSAR – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, disebut berpeluang menjabat sebagai Ketua DPW NasDem Sulsel menyusul kabar kepindahan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kepindahan RMS yang sebelumnya menjabat Ketua DPW NasDem Sulsel sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu diperkuat dengan beredarnya informasi bahwa surat pengunduran dirinya telah masuk ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem.
Pengamat politik Nurmal Idrus menilai peluang Syahar sangat besar jika tidak ikut berpindah ke PSI.
“Kalau dia (Syahar) tidak ikut pindah (ke PSI), peluangnya (jadi Ketua NasDem Sulsel) sangat besar. Ia memenuhi semua syarat untuk memimpin NasDem. Dia orang kedua setelah RMS dan mengendalikan satu daerah besar,” ujar Nurmal, Kamis (22/1).
Nurmal menyebut Syahar dikenal sebagai kader loyal dan orang kepercayaan RMS. Jika Syahar ikut pindah, NasDem berpotensi kehilangan salah satu kader terbaiknya yang memiliki elektabilitas tinggi, khususnya di Kabupaten Sidrap.
Ia juga menilai kepindahan RMS merupakan peristiwa politik strategis di Sulawesi Selatan yang dapat mengubah peta kekuatan politik daerah secara signifikan.
“RMS bukan kader biasa. Ia berhasil membawa NasDem menjadi pemenang Pemilu 2024 di Sulsel, menggeser dominasi Golkar,” katanya.
Menurut Nurmal, RMS memiliki basis massa yang kuat di daerah pemilihan Sulsel III, meliputi Sidrap, Pinrang, dan Enrekang. Pengaruhnya juga menjangkau hingga struktur desa dan komunitas lokal.
“Jika ia membawa gerbongnya, maka akan terjadi pergeseran besar, bahkan bisa terjadi fenomena ‘bedol desa’ politik,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Nurmal, akan melemahkan NasDem secara signifikan di Sulsel, sementara PSI berpotensi memperoleh keuntungan besar dengan mendapatkan mesin politik yang telah matang.
“Namun, variabel penentu tetap pada sejauh mana kompensasi politik yang diperoleh RMS di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, anggota Fraksi NasDem DPRD Sulsel Asman, mengapresiasi pertemuan Syaharuddin dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh.
“Kemungkinan Pak Syahar yang jadi Ketua NasDem Sulsel,” ujar Asman, yang pernah menjabat Wakil Bupati Enrekang.
Di tengah isu kepindahan RMS, Syahar yang juga menjabat Bupati Sidrap bertemu langsung dengan Surya Paloh. Pertemuan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial.
Dalam unggahannya, Syahar menulis, “Semoga sehat selalu Bapak Surya Paloh. Terima kasih saran dan nasihatnya. Amanah dilaksanakan. Bismillah tawakkaltu ‘alallah.”
Saat dikonfirmasi, Syahar menjelaskan pertemuan tersebut merupakan silaturahmi sekaligus laporan perkembangan Partai NasDem di Sulawesi Selatan.
“Silaturahmi dengan Pak Surya Paloh dan laporan perkembangan NasDem di Sulsel, termasuk dinamika yang terjadi dan isu mundurnya RMS,” ujar Syahar melalui pesan singkat, Kamis (22/1).
Sebelumnya, Syahar menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Partai NasDem dan membantah isu kepindahan ke PSI.
“Saya di Partai NasDem sudah lebih 14 tahun,” tegasnya, Sabtu (17/1).
Ia menambahkan bahwa seluruh perjalanan karier politiknya dibangun bersama Partai NasDem.
“Intinya, saya ini NasDem,” ujarnya.
Karier politik Syahar di Partai NasDem dimulai saat menjadi anggota DPRD Sulsel periode 2014–2019 dan menjabat Wakil Ketua Komisi E. Pada 2018, ia dilantik sebagai Wakil Ketua IV DPRD Sulsel.
Pada periode 2019–2024, Syahar kembali terpilih dan dipercaya sebagai Wakil Ketua I DPRD Sulsel. Pada Pemilu 2024–2029, ia kembali terpilih dan berpeluang menjabat Ketua DPRD Sulsel.
Namun, ia memilih mengundurkan diri untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sidrap dan berhasil terpilih bersama wakilnya, Nurkanaah. Saat ini, Syahar menjabat sebagai Bupati Sidrap periode 2025–2030.
Terkait kabar kepindahan RMS ke PSI, Syaharuddin enggan memberikan komentar. Ia juga tidak menanggapi informasi mengenai surat pengunduran diri RMS ke DPP Partai NasDem. (**)








