Menu ✖

Daerah

Pemkab Lutim Hadiri Prosesi Adat di Istana Kedatuan Luwu

badge-check

Pemkab Lutim Hadiri Prosesi Adat di Istana Kedatuan Luwu Perbesar

RUANG.NEWS LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengikuti rangkaian utama prosesi adat Makkasawiang/Mabbalisumange, Mappangngolo Lise Rakki, Mappasisele Lise Rakki, hingga Manre Saperra dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.

Kegiatan tersebut digelar di Gedung Salassae, Kompleks Istana Kedatuan Luwu, Jumat (23/1).

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Puspawati Husler, Ketua TP PKK Luwu Timur Ani Nurbani Irwan, Penjabat Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Harisah Suhardjo, di hadapan Yang Mulia (YM) Datu Luwu.

Rangkaian adat Makkasawiang merupakan salah satu tradisi sakral masyarakat Luwu yang sarat makna filosofis dan nilai-nilai kearifan lokal.

Salah satu prosesi penting di dalamnya adalah Manre Saperra, yang berarti makan bersama atau syukuran sebagai wujud rasa syukur atas limpahan berkah dan kesejahteraan.

Sementara itu, prosesi Mappangngolo Lise Rakki dan Mappasisele Lise Rakki menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian Manre Saperra.

Prosesi tersebut melambangkan pengelolaan hasil bumi, doa-doa keselamatan, serta harapan akan keberkahan bagi seluruh masyarakat Tanah Luwu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan bahwa peringatan HJL dan HPRL menjadi momentum penting untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah, khususnya sebagai Wija To Luwu.

“Tradisi adat seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan karena merupakan simbol identitas, warisan budaya, sekaligus pemersatu masyarakat Luwu,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan, nilai-nilai kearifan lokal, serta upaya menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Ini bukan hanya seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan, nilai-nilai kearifan lokal, serta upaya menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat,” tegasnya. (**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sidrap Kembangkan ALAKO SAR, Pelacakan PBG Kini Lebih Mudah

10 Okt 2026 - 00:01 WITA

Sidrap Kembangkan ALAKO SAR, Pelacakan PBG Kini Lebih Mudah

Yonarmed 21/Kawali Optimalkan 21 Hektare Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

9 Okt 2026 - 09:21 WITA

Yonarmed 21/Kawali Optimalkan 21 Hektare Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

BPS RI Puji Sidrap, Jadi Pilot Project Pembangunan Inklusif

9 Okt 2026 - 00:01 WITA

BPS RI Puji Sidrap, Jadi Pilot Project Pembangunan Inklusif

Bupati Sidrap Apresiasi Market Day At-Tauhid Fest di Lautang Benteng

8 Okt 2026 - 00:53 WITA

Bupati Sidrap Apresiasi Market Day At-Tauhid Fest di Lautang Benteng

Didampingi Bupati Syaharuddin Alrif, Kalosi Alau Ikuti Penilaian Desa Berprestasi Nasional

6 Okt 2026 - 22:31 WITA

Didampingi Bupati Syaharuddin Alrif, Kalosi Alau Ikuti Penilaian Desa Berprestasi Nasional
Trending di Daerah