RUANG.NEWS MAKASSAR — Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan penambahan serta pergantian armada kapal penyeberangan lintas Bira–Pamatata guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengatakan rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya meminta penambahan armada kapal.
“Komisi D meminta Gubernur Sulawesi Selatan untuk mengajukan permohonan kepada kementerian agar menambah kapal penyeberangan antar pulau ini,” ujar Kadir usai RDP.
Menurutnya, dua kapal yang saat ini melayani lintasan Bira–Pamatata dinilai belum mencukupi kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Dengan rutinitas yang ada, dua kapal sangat kurang. Perlu ada penambahan armada,” katanya.
Selain penambahan, Komisi D juga mengusulkan pergantian salah satu kapal, yakni KMP Balibo, yang dinilai sering mengalami gangguan teknis.
“KMP Balibo sudah sering rusak, baik mesin maupun komponen lainnya, sehingga perlu direlokasi. Dalam RDP disepakati agar diganti dengan KMP Awu-Awu,” jelas politisi Partai Golkar itu.
Kadir juga menyoroti kondisi Pelabuhan Penyeberangan Bira yang dinilai memprihatinkan dan membutuhkan revitalisasi segera demi kenyamanan serta keselamatan penumpang.
“Infrastruktur Pelabuhan Bira sangat memprihatinkan. Penerangan minim, jalan berlubang, tidak layak. Perlu pagar keliling dan perbaikan fender pelabuhan,” ungkapnya.
Untuk itu, Komisi D meminta Dinas Perhubungan Sulsel segera menyampaikan nota dinas kepada Gubernur Sulsel agar perbaikan dapat dipercepat dan tidak menunggu penganggaran APBD Pokok 2026.
“Tidak bisa menunggu anggaran berikutnya. Harus ada kebijakan riil untuk memaksimalkan pelayanan di sana,” tegasnya.
Sementara itu, pihak ASDP Regional IV Makassar dan ASDP Cabang Selayar yang memiliki kewenangan terkait pergantian armada belum memberikan tanggapan terkait rekomendasi tersebut.(**)







