RUANG.NEWS MAKASSAR — RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo resmi memiliki direktur utama baru. Bertepatan dengan 1 Ramadan 1447 Hijriah, rumah sakit vertikal tersebut menggelar serah terima jabatan dari Syafri Kamsul Arif kepada Annas Ahmad, yang sebelumnya dilantik Menteri Kesehatan RI pada 10 Februari 2026.
Dalam sambutannya, dr. Annas menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari kesinambungan visi untuk memperkuat pelayanan kesehatan unggul bagi masyarakat.
“Rumah sakit ini bukan sekadar institusi pelayanan kesehatan. Ini adalah tempat harapan. Karena itu kita bekerja bukan untuk pujian, tetapi untuk menghadirkan pertolongan dan menjaga martabat kemanusiaan,” ujarnya.
Prosesi serah terima jabatan dihadiri Dewan Pengawas dan sejumlah pejabat, di antaranya Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa, Inspektur I Kementerian Kesehatan Heru Susanto, Wakil Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, serta jajaran direksi dan civitas hospitalia.
Rekam Jejak Pengabdian
Dalam perkenalannya, dr. Annas memaparkan perjalanan kariernya yang dimulai sekitar 25 tahun lalu sebagai dokter pegawai tidak tetap di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Ia pernah meraih predikat Dokter Teladan Nasional dan menjabat Kepala Puskesmas Segeri dengan penghargaan Citra Pelayanan Prima dari Kementerian PAN-RB.
Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Direktur RSUD Batara Siang Pangkep selama empat tahun. Pada 2023, melalui seleksi terbuka Kementerian Kesehatan, ia dilantik sebagai Direktur Utama RSUP dr. Ben Mboi dan mengemban amanah selama 2,5 tahun.
Pada 2025, dr. Annas meraih penghargaan Makarti Bhakti Nagari sebagai peserta terbaik Pelatihan Kepemimpinan Nasional II Kementerian Kesehatan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prof. Syafri atas fondasi pelayanan prima yang telah dibangun di RS Wahidin dan menjadi rujukan nasional bagi rumah sakit vertikal lainnya.
Lima Dimensi Strategis
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, dr. Annas akan melakukan rapid assessment komprehensif selama satu bulan pertama, mencakup lima dimensi strategis.
Pertama, penguatan mutu layanan dan keselamatan pasien (clinical excellence). Kedua, keberlanjutan finansial yang transparan.
Ketiga, efisiensi operasional dan peningkatan akses layanan. Keempat, transformasi sumber daya manusia dan budaya kerja profesional.
Kelima, penguatan reputasi institusi sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, kepemimpinan merupakan kerja kolektif seluruh elemen rumah sakit, bukan hanya individu.
“Bertepatan dengan bulan Ramadan, mari jadikan ini momentum memperkuat integritas, empati, dan pengabdian,” tuturnya.
Dengan dukungan jajaran manajemen dan pemangku kepentingan, dr. Annas optimistis RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo akan terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan unggul dan berdaya saing nasional.(**)










