RUANG.NEWS RANTEPAO — Pemuda Gereja Toraja Jemaat Rantepao menggelar diskusi bertema “Tabukah Berpolitik?” pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Koordinator Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesi Selatan, Andarias Duma’, sebagai pemateri utama.
Diskusi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran politik yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda, khususnya pemuda gereja.
Dalam pemaparannya, Andarias menegaskan bahwa keterlibatan dalam politik tidak seharusnya dianggap sebagai hal tabu bagi orang beriman. Menurutnya, partisipasi politik merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara sekaligus sebagai individu yang memiliki nilai moral dan spiritual.
“Ketika orang-orang baik menjauh dari politik, maka ruang-ruang strategis berpotensi diisi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sikap apatis justru dapat membuka peluang terjadinya ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan,” ujarnya di hadapan peserta diskusi.
Ia menjelaskan bahwa pada hakikatnya politik merupakan sarana untuk memperjuangkan kepentingan bersama, termasuk nilai keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk membangun partisipasi politik yang cerdas dan beretika agar demokrasi dapat tumbuh secara sehat.
Andarias juga mengajak para pemuda gereja untuk tidak bersikap alergi terhadap politik, tetapi memahami politik sebagai instrumen untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bagi para peserta bahwa pemuda tidak hanya menjadi pewaris masa depan bangsa, tetapi juga memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan.
Melalui pemahaman politik yang baik, diharapkan generasi muda gereja mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai kejujuran, integritas, dan keadilan dalam kehidupan sosial dan demokrasi.(**)








