RUANG.NEWS MAKASSAR — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia Sulawesi Selatan menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri pengurus DPW, DPD, organisasi sayap partai, serta keluarga besar Perindo.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPW Perindo Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (7/3/2026) itu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas di internal partai.
Ketua DPW Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat kebersamaan di antara kader dan pengurus partai.
“Alhamdulillah, hari ini kita mengadakan buka puasa bersama antara pengurus DPW, DPD, Pemuda Perindo, serta keluarga besar Perindo,” ujarnya.
Menurut Abdul Hayat, momentum Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan dan membangun kecerdasan emosional dalam organisasi.
Ia menilai kekuatan solidaritas tersebut penting untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang di tingkat nasional maupun global.
“Dengan membangun kecerdasan emosional bersama, kita dapat memperkuat rasa persatuan sekaligus meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai dinamika ke depan, termasuk menuju 2029,” jelasnya.
Abdul Hayat juga menyinggung potensi dampak dari berbagai isu global, termasuk kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dinilai dapat memengaruhi situasi ekonomi dan sosial di Indonesia.
Karena itu, ia mendorong penguatan kemandirian masyarakat melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Optimalisasi pembinaan UMKM sangat penting karena dapat membantu masyarakat mengurangi beban ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menumbuhkan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, nilai utama dari kesetiakawanan adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
“Jika empati menjadi dasar motivasi, maka keinginan untuk berbagi akan semakin besar,” ujarnya.
Abdul Hayat menambahkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga bisa melalui berbagi pengetahuan, perhatian, serta sikap saling menghormati.
“Empati tidak selalu harus dengan uang atau barang, tetapi bagaimana kita saling peduli dan saling menghormati,” pungkasnya.(**)








