RUANG.NEWS, Makassar – Pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026 oleh Polda Sulawesi Selatan melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) menunjukkan hasil positif. Selama 13 hari pelaksanaan, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan hingga 35 persen.
Meski demikian, jumlah kejadian kecelakaan mengalami peningkatan sebesar 9 persen dibanding pelaksanaan operasi periode tahun 2025. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan sekaligus indikator meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel yang juga menjabat sebagai Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Pallawa 2026, Kombes Pol Dr Pria Budi, menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka fatalitas tidak lepas dari strategi patroli intensif serta edukasi keselamatan kepada masyarakat.
“Intervensi proaktif telah berhasil mengendalikan risiko sistemik dalam dinamika transportasi regional,” kata Pria Budi, Kamis (25/3).
Berdasarkan data resmi Ditlantas, jumlah korban meninggal dunia tercatat turun menjadi 24 orang, dibandingkan 37 orang pada periode sebelumnya. Namun, korban luka berat meningkat 100 persen menjadi 16 orang dari sebelumnya 8 orang. Sementara itu, korban luka ringan juga mengalami kenaikan 9 persen, dari 452 menjadi 472 orang.
Distribusi korban jiwa tertinggi tercatat di wilayah Polres Barru dengan 4 orang. Disusul Polres Bulukumba, Polres Takalar, dan Polres Palopo masing-masing 3 orang.
Kemudian wilayah Enrekang, Maros, dan Sidrap masing-masing mencatat 2 korban jiwa. Sementara Polrestabes Makassar, Sinjai, Pangkep, Wajo, dan Luwu masing-masing 1 orang.
Pola sebaran ini menjadi dasar bagi kepolisian dalam menentukan prioritas intervensi di wilayah rawan kecelakaan.
Dari sisi jumlah kejadian, Polrestabes Makassar mencatat angka tertinggi dengan 59 laporan polisi (LP). Diikuti Polres Maros sebanyak 38 LP, Polres Bulukumba 30 LP, Polres Bone 29 LP, Polres Gowa 27 LP, serta Polres Jeneponto 25 LP.
Pria Budi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan inovasi guna mempertahankan tren penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan.
“Capaian ini merupakan bukti sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keselamatan publik. Ke depan, kami akan terus melakukan perbaikan secara holistik untuk mengantisipasi potensi peningkatan korban kecelakaan,” tandasnya. (**)





