RUANG.NEWS MAKASSAR — Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, meminta seluruh rumah sakit di Sulawesi Selatan melakukan pembenahan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan fasilitas.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan akhir Tahun Anggaran 2025 yang digelar Komisi E DPRD Sulsel di Kantor Bina Marga, Jalan AP Pettarani, Kamis (9/4/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah mitra kerja, antara lain Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, para direktur rumah sakit daerah seperti RSUD Labuang Baji, RSKD Dadi, RSUD Sayang Rakyat, RSUD Haji, serta perwakilan dari Bappeda, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Inspektorat, hingga biro terkait lainnya.
Dalam forum tersebut, Komisi E DPRD Sulsel menyoroti pentingnya pembenahan berkelanjutan di sektor layanan kesehatan, khususnya terkait mutu pelayanan dan kebersihan rumah sakit.
Vonny Ameliani Suardi menilai masih banyak rumah sakit di Sulawesi Selatan yang belum optimal dalam menjaga kebersihan lingkungan. Padahal, menurutnya, aspek kebersihan merupakan bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan pasien.
“Mohon maaf sebelumnya, kami meminta kepada pihak rumah sakit untuk mengutamakan kenyamanan pasien. Ini menjadi catatan khusus, terutama untuk RS Labuang Baji yang kami nilai perlu meningkatkan kebersihannya,” ujar Vonny.
Ia mengungkapkan, penilaian tersebut berdasarkan kunjungan langsung yang pernah dilakukannya. Dalam kunjungan itu, ia menemukan kondisi fasilitas yang kurang terawat, seperti langit-langit yang kotor dan berjamur.
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya bisa diantisipasi mengingat adanya anggaran pemeliharaan yang dialokasikan untuk perbaikan fasilitas rumah sakit.
“Anggaran pemeliharaan harus menjadi perhatian, misalnya untuk pengadaan cat anti jamur atau perawatan rutin lainnya agar lingkungan rumah sakit tetap bersih dan nyaman,” jelasnya.
Vonny menegaskan bahwa pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang profesional, termasuk lingkungan fasilitas yang bersih dan layak.
“Kami mendorong hal ini menjadi perhatian serius pihak manajemen rumah sakit agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.(**)







