RUANG.NEWS MAKASSAR – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, mengingatkan para kontraktor pemenang proyek pengaspalan jalan dalam paket multiyears 2025–2027 agar tidak menggunakan aspal berkualitas rendah.
Peringatan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama kontraktor paket 2 proyek multiyears PT Jaya Konstruksi yang digelar di kantor sementara DPRD Sulsel, Kantor Dinas Bina Marga dan Konstruksi, Kota Makassar, Senin (13/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Sadar menegaskan bahwa rekanan proyek tidak boleh menggunakan material aspal berkualitas rendah demi mengejar keuntungan, karena hal itu berpotensi merugikan masyarakat.
Ia secara khusus menyoroti kemungkinan penggunaan aspal impor yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Sadar bahkan mencecar pihak konsultan pengawas dan pelaksana terkait sumber material yang digunakan.
“Kenapa kita koreksi seperti ini? Karena banyak aspal masuk dari luar negeri yang kualitasnya tidak bagus. Kalau dibeli dalam negeri, mana bukti dokumennya?” tegasnya.
Proyek pengaspalan jalan paket 2 ini dibiayai melalui APBD Sulsel dengan masa pengerjaan selama tiga tahun. Lokasinya mencakup Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Sadar yang juga Bendahara Partai NasDem Sulsel mengingatkan bahwa kondisi global, termasuk potensi perang, dapat memicu kenaikan harga aspal impor. Namun demikian, hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk menggunakan material murah yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Ia meminta konsultan pengawas untuk memperketat proses pengujian material, termasuk melalui uji laboratorium.
“Semua material harus masuk laboratorium, termasuk pasir dan chipping. Setelah dicampur pun harus diuji kembali. Konsultan harus meminta hasil uji lab dari rekanan, termasuk jenis aspal yang digunakan. Prioritaskan produk dalam negeri selama itu berkualitas,” ujarnya.
Selain kualitas material, Sadar juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur jalan sepanjang 295 kilometer dengan total anggaran mencapai Rp2,7 triliun.
Menurutnya, jalan tersebut akan dilalui lebih dari 3 juta kendaraan, sehingga kualitas pengerjaan harus benar-benar dijaga.
Ia juga menekankan pentingnya kesesuaian ketebalan aspal dengan kontrak, yakni lapisan AC-BC setebal 6 cm dan lapisan lainnya 4 cm, sehingga total mencapai 10 cm.
“Bukan kami mencari-cari kesalahan, kami prihatin dengan kondisi seperti ini. Kami ingin pengerjaan tepat waktu,” kata Sadar.
Selain itu, ia mengingatkan kontraktor agar memperhatikan faktor cuaca. Proses pengaspalan, kata dia, tidak boleh dipaksakan saat musim hujan karena dapat memengaruhi daya tahan jalan.(**)







