RUANG.NEWS MAKASSAR – PSM Makassar menghadapi ujian penting jelang pekan ke-29 BRI Super League 2025-2026 melawan Persik Kediri. Asisten pelatih Ahmad Amiruddin mengungkap kelemahan utama tim, yakni penurunan fokus saat sudah unggul.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan di Stadion Gelora B.J. Habibie, Rabu (22/4/2026), Amiruddin menyampaikan hasil evaluasi usai kekalahan dari Borneo FC.
Menurut dia, PSM kerap kehilangan konsentrasi ketika berada di posisi unggul. Kondisi ini memberi peluang bagi lawan untuk bangkit dan membalikkan keadaan.
“Setelah unggul, pemain kadang lengah. Kesalahan kecil muncul dan membuat lawan semakin percaya diri. Situasi itu berujung pada kebobolan, kemungkinan karena panik atau faktor lain,” ujar Amiruddin.
Tim pelatih, lanjut dia, sudah membahas masalah tersebut secara mendalam bersama pemain. Mereka menyoroti aspek pertahanan sekaligus mentalitas agar kesalahan serupa tidak terulang saat menghadapi Persik.
Mental Jadi Penentu
PSM saat ini berada dalam tekanan karena hanya terpaut tipis dari zona papan bawah. Kondisi itu membuat laga kontra Persik menjadi sangat krusial.
Amiruddin menegaskan, kekuatan mental akan menjadi faktor penentu di tengah situasi sulit.
“Besok yang membedakan adalah mental. Dalam kondisi seperti ini, mental menentukan hasil akhir,” katanya.
Meski hasil laga sebelumnya mengecewakan, ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain. Ia berharap performa tersebut kali ini diikuti hasil positif.
PSM menargetkan kemenangan untuk menjauh dari kejaran tim di bawah klasemen. Amiruddin menyadari tekanan besar yang dihadapi timnya.
“Jarak dengan tim di bawah semakin dekat. Kemenangan jadi target utama. Pemain harus memberikan usaha maksimal untuk meraih tiga poin,” tegasnya.
Pertandingan PSM Makassar melawan Persik Kediri diperkirakan berlangsung ketat. Dukungan suporter di Stadion Gelora B.J. Habibie diharapkan mampu memberi energi tambahan bagi tim tuan rumah.(**)






