RUANG.NEWS MAKASSAR – Mantan Menteri Sosial RI, Idrus Marham, resmi menjabat sebagai Ketua Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia periode 2026–2030.
Pertemuan Nasional IKA PTKIN yang berlangsung pada 23–25 April 2026 menetapkan keputusan tersebut.
Idrus saat ini juga memimpin Ikatan Alumni (Iluni) UIN Alauddin Makassar.
Ia dikenal sebagai tokoh nasional dengan pengalaman panjang di bidang politik dan pemerintahan.
Kariernya mencakup posisi Menteri Sosial pada 2018, anggota DPR RI selama tiga periode (1999–2014), serta Sekretaris Jenderal Partai Golkar.
Dalam masa kepemimpinannya, IKA PTKIN menyiapkan sejumlah program strategis.
Salah satunya adalah kegiatan bertajuk Festival Dunia Baru Islam yang akan berlangsung pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
“Kami akan menggelar kegiatan yang sementara ini kami beri nama Festival Dunia Baru Islam, yakni bagaimana Islam, khususnya Islam Indonesia, merespons tantangan zaman baru,” ujar Idrus kepada wartawan usai pengukuhan pengurus forum nasional di Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.
Ia menjelaskan, festival tersebut akan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pertemuan tokoh Islam internasional, seminar nasional, hingga festival budaya Islam seperti kuliner dan busana muslim.
“Kami akan mengundang tokoh-tokoh Islam dari berbagai negara, minimal perwakilan duta besar negara-negara Islam di Indonesia,” jelasnya.
Idrus menegaskan bahwa forum ini bertujuan melahirkan gagasan konstruktif untuk menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan.
“Kami ingin memperkuat peran umat Islam dalam mengonsolidasikan kekuatan keumatan dan kebangsaan demi persatuan serta kemajuan Indonesia,” katanya.
Dalam agenda yang sama, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, turut hadir dan mengukuhkan kepengurusan IKA PTKIN.
Ia menilai momentum global saat ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat peradaban Islam dunia.
“Situasi global saat ini sangat tepat untuk mempersiapkan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia. Dalam situasi damai, lahir para pemikir besar,” ujarnya.
Menurutnya, stabilitas nasional menjadi modal penting dalam melahirkan intelektual Islam berpengaruh di tingkat global.
“Saya optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat peradaban Islam dunia ke depan,” tambahnya.
Dalam menjalankan organisasi, Idrus akan bekerja bersama jajaran pengurus dari berbagai latar belakang.
Struktur kepengurusan meliputi Ketua Harian Ismail Cawidu, Sekretaris Umum Sahiron, dan Bendahara Umum Cucu Sutara.
Selain itu, lima ketua turut mendampingi, yakni Ida Fauziah, Ace Hasan Syadzily, Amien Suyitno, Lukman Hakim, dan Idrus Al Hamid.(**)






