RUANG.NEWS MAKASSAR – Isu pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, mencuat setelah sejumlah kader daerah menilai kinerjanya kurang aktif.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, menanggapi isu tersebut dengan menegaskan dukungan penuh kepada kepengurusan DPP saat ini.
Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Kantor DPW PPP Sulsel, Makassar, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Ilham, dinamika internal merupakan hal yang wajar, namun seluruh kader tetap harus mengacu pada keputusan resmi partai.
“DPW PPP Sulsel berkomitmen mendukung kepengurusan DPP hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) karena telah memberikan arah yang jelas bagi organisasi,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah ketua wilayah mendorong DPP segera mengevaluasi pengurus yang dinilai tidak aktif setelah menerima Surat Keputusan (SK).
Mereka menilai evaluasi penting untuk menegakkan disiplin organisasi sekaligus menjaga semangat kader di tingkat cabang (DPC) dan wilayah (DPW).
Beberapa sumber menyebutkan, dari sekitar enam pengurus pusat, terdapat dua hingga tiga orang yang belum terlibat aktif dalam kegiatan organisasi, mulai dari Musyawarah Wilayah (Muswil) hingga Musyawarah Cabang (Muscab).
Meski demikian, kader daerah tetap mengapresiasi sejumlah pimpinan pusat yang dinilai bekerja maksimal.
Posisi Ketua Umum, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen), dan Bendahara Umum (Bendum) mendapat sorotan positif karena aktif mendorong konsolidasi partai di berbagai daerah.
Sementara itu, Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan, menilai isu ketidakaktifan Sekjen tidak berdampak signifikan terhadap kinerja partai.
Ia menegaskan bahwa PPP saat ini fokus memperkuat soliditas internal menjelang Pemilu 2029.
“Yang kami pikirkan adalah bagaimana tetap solid. Tantangan Pemilu 2029 lebih berat dari sebelumnya. Tanpa soliditas, sulit bagi PPP kembali ke Senayan,” kata Imam.
Ia juga membantah adanya pembahasan serius terkait pergantian Sekjen, meskipun isu tersebut sempat berkembang di kalangan pengurus DPW.
Imam mengakui masih ada beberapa pengurus yang belum aktif, termasuk Sekjen Taj Yasin, Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto, dan Wakil Bendahara Rusman Yakub. Namun, ia optimistis kondisi tersebut hanya sementara.
“Saya berharap mereka segera aktif kembali dan bersama-sama mempersiapkan PPP menghadapi Pemilu 2029,” ujarnya.
Ia memastikan komunikasi internal partai tetap berjalan baik. Imam mengaku masih berkomunikasi dengan Sekjen, termasuk melalui pesan singkat.
“Sejak SK diterbitkan, kami sudah bertemu. Hingga kini komunikasi tetap terjalin,” jelasnya.
Terkait administrasi, Imam menegaskan tidak ada kendala berarti. Ia menyebut mekanisme organisasi memungkinkan tugas Sekjen dijalankan oleh wakilnya jika berhalangan.
“Jika Sekjen berhalangan, Wakasekjen dapat menjalankan tugas. Jadi roda organisasi tetap berjalan,” tegasnya.
Imam kembali menekankan bahwa prioritas utama PPP saat ini adalah memperkuat struktur dan menjaga kekompakan, bukan merespons isu internal yang kurang produktif.
“Target kami jelas, kembali ke Senayan pada 2029,” pungkasnya.(**)








