RUANG.NEWS SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, meluncurkan program Desa Binaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Selasa (28/4/2026).
Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk memperkuat visi daerah sebagai wilayah religius sekaligus lumbung penghafal Al-Qur’an di Indonesia.
Peluncuran program dihadiri Ketua MUI Sidrap Abdul Malik Tibe, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Kepala Kantor Kementerian Agama Sidrap Fitriadi, serta Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Bachtiar.
Hadir pula Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Syamsuddin, serta para camat dan kepala desa.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif mengapresiasi inisiatif MUI yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
“Program ini sangat baik dan akan kami dukung sepenuhnya. Kami ingin Sidrap tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai agama dan akhlak masyarakat,” ujar Syaharuddin.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait untuk memberikan pendampingan maksimal kepada desa-desa binaan.
Menurutnya, program ini mengusung empat misi utama, yakni penguatan ilmu agama, peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan keluarga, serta penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami akan mendorong penguatan sektor ekonomi desa, khususnya di bidang perkebunan. Masyarakat harus kuat secara spiritual sekaligus mandiri secara ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Sidrap Abdul Malik Tibe menjelaskan bahwa desa dipilih sebagai fokus pembinaan karena memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat dari tingkat akar rumput.
“Jika desa kuat secara akidah dan akhlaknya, maka akan lahir masyarakat yang baik, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.
Ia menekankan keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, ulama, hingga masyarakat desa.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan aktivitas negatif sekaligus membangun kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Sebagai tahap awal, program Desa Binaan MUI ini menyasar delapan desa, yakni Desa Tanatoro, Desa Belawae, Desa Dengeng-Dengeng, Desa Buntu Buangin, Desa Leppangeng, Desa Lombok, Desa Cenrana, dan Desa Compong.(**)







