RUANG.NEWS MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhidin M Said, memastikan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel belum akan digelar pada April 2026.
Muhidin menyebut DPD Golkar Sulsel telah siap menggelar Musda. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu arahan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Belum digelar April ini. Kami sudah siap, tidak ada masalah,” kata Muhidin.
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu mengungkapkan, Sulawesi Selatan justru diproyeksikan menjadi daerah terakhir pelaksanaan Musda Golkar tingkat provinsi secara nasional.
Menurutnya, hampir seluruh daerah telah merampungkan Musda. Saat ini, hanya Sulsel yang belum melaksanakan agenda tersebut.
“Sisa Sulsel. Minggu lalu Maluku Utara sudah selesai. Musda Golkar provinsi akan ditutup di Sulsel,” ujarnya.
Muhidin menilai penempatan Sulsel sebagai penutup Musda nasional berkaitan dengan tingginya dinamika internal partai di daerah tersebut.
Ia melihat dinamika tersebut sebagai hal positif karena menunjukkan besarnya perhatian kader terhadap partai. Namun, Golkar tetap perlu menyatukan pandangan sebelum Musda digelar.
“Dinamika tinggi itu bagus. Artinya kader mencintai partai. Tinggal bagaimana kita satukan agar satu suara,” jelasnya.
Selain menunggu arahan DPP, Muhidin juga fokus menyelesaikan agenda konsolidasi internal. Salah satunya pertemuan daerah pemilihan (dapil) Sulsel II yang akan digelar di Kabupaten Soppeng.
“Saya rampungkan dulu pertemuan Dapil Sulsel II di Soppeng. Setelah itu baru lanjut Musda,” katanya.
Sejak ditunjuk menggantikan Taufan Pawe pada akhir 2025, Muhidin mengemban tugas mengawal konsolidasi partai sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel.
Wacana Musda sendiri telah bergulir sejak Januari 2026, namun hingga kini belum terealisasi karena berbagai dinamika internal.
Muhidin menegaskan, Golkar Sulsel ingin memastikan Musda berjalan matang dan menghasilkan keputusan terbaik, termasuk dalam menentukan figur ketua yang mampu menyatukan seluruh kader.
“Setelah konsolidasi selesai, baru kita tentukan yang terbaik untuk Sulsel,” pungkasnya.(**)








