RUANG.NEWS MAKASSAR — Sebanyak 35 bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sulawesi Selatan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (UKK) tahap II di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel, Jalan Basalama, Makassar, Rabu (29/4/2026).
Sebelumnya, 44 bakal calon telah mengikuti UKK tahap I yang berlangsung di Hotel Max One Makassar pada 23 April 2026. Namun, hanya 35 peserta yang lolos ke tahap berikutnya setelah sebagian tidak menyelesaikan seluruh rangkaian tes.
Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muh Haekal, menjelaskan sembilan peserta gugur karena tidak mengikuti seluruh tahapan, termasuk psikotes.
“Dari 44 bakal calon yang ikut UKK tahap I, ada sembilan yang tidak menyelesaikan tahapan, sehingga hanya 35 orang yang lanjut ke tahap II,” kata Haekal, Selasa (28/4/2026).
Anggota Tim Lima DPW PKB Sulsel sekaligus juru bicara, Wawan Mattaliu, menyebut UKK tahap II berfokus pada wawancara langsung oleh tim dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
“Wawancara membahas arah dan strategi pengembangan partai, termasuk visi kandidat terhadap PKB ke depan,” ujar Wawan.
Ia mengatakan, proses wawancara dimulai pukul 08.00 Wita hingga malam hari. Tim penguji dari DPP PKB dijadwalkan hadir langsung dari Jakarta untuk memimpin seleksi.
Setiap kandidat menjalani wawancara selama dua hingga tiga jam. Tim penguji mendalami strategi peningkatan perolehan kursi partai di daerah, terutama wilayah yang mengalami penurunan pada Pemilu 2024.
“Kandidat harus memaparkan solusi berbasis data untuk meningkatkan perolehan kursi. Ini menjadi bagian dari kontrak politik dengan DPP,” jelasnya.
DPW PKB Sulsel menargetkan peningkatan perolehan kursi sebesar 10 persen pada Pemilu 2029. Target tersebut menjadi acuan utama dalam penilaian kandidat.
Wawan menambahkan, hasil UKK tahap I dan II akan digabungkan sebagai dasar penilaian DPP dalam menetapkan Ketua DPC.
Ia menegaskan Tim Lima hanya bertugas menginventarisasi kandidat. Setelah seleksi selesai, tim juga akan terlibat dalam penyusunan struktur kepengurusan DPC.
Menurutnya, hasil akhir UKK diperkirakan mulai terlihat bulan depan. Selanjutnya, DPW bersama Tim Lima akan membahas komposisi kepengurusan secara menyeluruh.
“Seluruh proses pembentukan struktur ditargetkan rampung pada 2026. Tahun 2027, PKB fokus menjalankan program kerja yang menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Terkait peluang petahana, Wawan memastikan semua kandidat memiliki kesempatan yang sama.
“Tidak ada keistimewaan bagi petahana. Penilaian sepenuhnya berdasarkan hasil UKK tahap I dan II,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya kandidat dari kalangan eksternal, termasuk seorang wakil bupati di Sulawesi Selatan. Namun, tidak ada kepala daerah aktif dari luar partai yang mengikuti proses ini.
“Semua kandidat wajib melalui mekanisme yang sama. Tidak ada jaminan terpilih tanpa proses penilaian,” pungkasnya.(**)







