RUANG.NEWS MAKASSAR — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tidak ada jaminan bagi calon ketua petahana (incumbent) untuk kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan, usai pelaksanaan Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) terhadap 34 calon Ketua DPC PKB se-Sulawesi Selatan di Sekretariat DPW PKB Sulsel, Jalan Prof Basalama, Makassar, Rabu (29/4/2026).
Daniel menjelaskan, UKK tahap pertama telah rampung dan akan dilanjutkan ke tahap kedua. Proses ini bertujuan memastikan setiap kandidat memiliki kapasitas kepemimpinan serta komitmen untuk membesarkan partai dan mengayomi masyarakat sesuai ideologi PKB.
“Tidak ada jaminan bagi incumbent. Semua kader memiliki peluang yang sama. Penilaian dilakukan berdasarkan keunggulan masing-masing, mulai dari hasil psikotes, kemampuan kepemimpinan, hingga konsistensi turun ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, keunggulan kandidat incumbent terletak pada pengalaman mengelola organisasi dan administrasi partai, termasuk penguasaan sistem internal seperti Sipol. Sementara kandidat non-incumbent dinilai memiliki potensi menghadirkan semangat dan inovasi baru.
Seluruh hasil UKK akan dianalisis oleh tim khusus DPP sebelum ditetapkan secara final. Penetapan ketua DPC diperkirakan dilakukan dalam waktu satu bulan ke depan, sementara pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 di Jakarta.
DPP PKB juga menargetkan penguatan struktur partai di daerah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif, merebut posisi pimpinan DPRD, serta memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang.
Calon Ketua DPC PKB Kabupaten Bulukumba, Andi Anwar Purnomo, mengungkapkan bahwa dalam UKK tahap kedua, pembahasan lebih difokuskan pada visi-misi serta strategi menghadapi tantangan politik ke depan, khususnya menuju Pemilu 2029.
“Diskusi mencakup target partai, strategi rekrutmen kader, terutama dari kalangan perempuan dan generasi muda, serta penguatan struktur hingga tingkat desa,” katanya.
Ia menambahkan, UKK tahap pertama lebih menitikberatkan pada aspek personal seperti karakter dan kondisi psikologis, sedangkan tahap kedua fokus pada kesiapan program, pemahaman ideologi partai, serta strategi pencapaian target politik.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menjelaskan bahwa UKK tahap kedua merupakan fit and proper test langsung oleh DPP, setelah sebelumnya peserta mengikuti asesmen psikologi oleh pihak ketiga.
“Peserta diminta menyiapkan komitmen program dan draft struktur kepengurusan. Ini yang kemudian didalami oleh tim penguji dari DPP,” jelasnya.
Tim penguji terdiri dari sejumlah pengurus DPP, di antaranya Lalu Hadiari, Abdullah atau Gus Abdu, Daniel Johan, dan Dita Tindasari.
Azhar menegaskan, fokus utama seleksi adalah kesiapan kandidat dalam membangun organisasi hingga tingkat paling bawah. Hal ini penting mengingat target partai untuk memperkuat infrastruktur politik dalam waktu singkat.
“Pada Desember nanti seluruh struktur harus sudah lengkap. Jika komitmen tidak terpenuhi, akan ada evaluasi hingga pergantian,” tegasnya.
Sebanyak 34 peserta mengikuti seleksi untuk memperebutkan posisi Ketua DPC di 18 kabupaten. Dari total 24 kabupaten/kota di Sulsel, enam daerah tidak mengirimkan peserta, yakni Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Palopo, Luwu Timur, dan Soppeng.
Keputusan akhir terkait penetapan kandidat akan dibahas di tingkat DPW sebelum diajukan ke DPP untuk ditetapkan secara resmi.(**)








