Menu ✖

Ekonomi

BI Siapkan 7 Langkah untuk Penguatan Rupiah, Pembatasan Jumlah Pembelian Dolar Bakal Diturunkan

badge-check

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari; Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa; Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, saat menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, usai rapat bersama dengan Presiden Prabowo, Selasa (5/5/2026). (Foto: IST) Perbesar

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari; Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa; Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, saat menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, usai rapat bersama dengan Presiden Prabowo, Selasa (5/5/2026). (Foto: IST)

RUANG.News, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengaku telah melaporkan 7 langkah yang akan diambil untuk membuat rupiah kuat. Salah satunya yakni pembatasan pembelian dolar. Hal itu disampaikannya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (5/5/2026) malam.

“Yang kami sudah keluarkan adalah pembatasan pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying. Yang dulunya 100.000 dolar per orang per bulan, kita turunkan 50.000 dolar per orang per bulan. Itu yang kami langsung koordinasi dengan KSSK untuk penguatan-penguatan,” kata Perry menjelaskan beberapa langkah yang diambil BI.

“Termasuk di dalam negeri itu adalah pasar Yuan, Chinese Yuan dengan Rupiah sudah berkembang di dalam negeri karena local currency kita dengan Cina sama Rupiah itu sangat tinggi. Dan sekarang sudah mulai terbentuk pasar domestik Yuan sama Rupiah, termasuk ini local currency sehingga itu mengurangi atau melakukan diversifikasi dari dolar sehingga itu bisa memperkuat,” jelasnya.

Pembatasan tersebut, kata dia, sedang dipersiapkan untuk diturunkan lagi menjadi 25.000.

“Sehingga pembelian dolar sampai dengan atau di atas 25.000 itu harus pakai underlying ya. Itu yang kami akan perkuat, ini akan kami perkuat dalam negeri,” ujarnya.

Adapun langkah lain yang akan diambil BI untuk penguatan Rupiah, adalah melakukan intervensi secara tunai dan domestic non-deliverable di dalam negeri, dan juga non-deliverable forward (NDF) di pasar luar negeri.

“Di Hong Kong, di Singapura, di London, di New York kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan Rupiah baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Cadangan devisa kami lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah itu,” sebutnya.

“Yang kedua, tadi Pak Menko sudah menyebutkan karena sementara ini SBN itu keluar, kemudian saham, meskipun dalam minggu-minggu terakhir hasil koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan sudah mulai inflow tapi year to date masih outflow. Sementara saham terjadi outflow, sehingga kami bersepakat untuk sementara ini
SRBI dibuat perlu inflow, sehingga inflow-nya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN dan saham,” sambungnya.

Langkah itu, lanjut Perry, akan dilakukan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, sehingga betul-betul menjaga inflow portofolio asing.

“Sehingga masih year to date-nya masih terjadi inflow dan itu memperkuat nilai tukar Rupiah,” katanya.

Langkah ketiga, yakni berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, BI akan terus membeli SBN dari pasar sekunder.

“Ini koordinasi sudah awal tahun koordinasi dan kita lakukan. Kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year to date adalah Rp123,1 triliun. Dan kami akan melakukan koordinasi termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan masalah buyback dan segala macam, koordinasi
sangat erat antara fiskal dan moneter,” paparnya.

Langkah keempat, menjaga likuiditas di perbankan dan pasaran lebih dari cukup, yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer yang selalu double digit. Terakhir, kata dia, pertumbuhan uang primer adalah 14,1%.

“Keenam, penguatan untuk pasar intervensi kami di offshore non-delivery forward supaya kita lebih mampu mengendalikan perkembangan nilai tukar di offshore, di luar negeri. Selain intervensi yang terus kami lakukan, kami juga membolehkan bank-bank domestik untuk ikut jualan offshore NDF di luar negeri sehingga pasokannya lebih, lebih banyak sehingga itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar Rupiah,” kata Perry.

Langkah ketujuh, peningkatan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang terutama kami lihat bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian dolarnya tinggi.

“Kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Friderica Widyasari dari Ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga,” pungkas Perry. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kawal Program Prioritas Prabowo, Kepala BPOM Taruna Ikrar Pastikan Keamanan MBG di Mataram

9 Okt 2026 - 09:32 WITA

Kawal Program Prioritas Prabowo, Kepala BPOM Taruna Ikrar Pastikan Keamanan MBG di Mataram

Penertiban Kawasan Hutan Berat, Prabowo Ingatkan Jajarannya Tak Mundur Berantas Perampokan Kekayaan Negara

7 Okt 2026 - 21:31 WITA

Penertiban Kawasan Hutan Berat, Prabowo Ingatkan Jajarannya Tak Mundur Berantas Perampokan Kekayaan Negara

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Puji Semangat Pantang Menyerah Timnas

6 Okt 2026 - 21:15 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Puji Semangat Pantang Menyerah Timnas

Prabowo Tegaskan TNI Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

6 Okt 2026 - 00:30 WITA

Prabowo Tegaskan TNI Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T

5 Okt 2026 - 21:26 WITA

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T
Trending di Ekonomi