RUANG.NEWS MAKASSAR – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,7 persen pada 2025. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang berada di level 4 persen.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memaparkan capaian tersebut dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan itu dipimpin Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, dan membahas stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.
Syaharuddin menjelaskan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Sidrap ditopang sektor pertanian melalui program Indeks Pertanaman (IP) 300 yang mendorong lonjakan produksi gabah.
“Tahun 2024 pertumbuhan ekonomi kami hanya 4 persen. Setelah optimalisasi pertanian, produksi meningkat dari 400 ribu ton menjadi 679 ribu ton. Nilainya juga naik dari Rp2,2 triliun menjadi Rp4,6 triliun dalam bentuk gabah kering panen,” ujar Syaharuddin.
Ia menyebut peningkatan produktivitas tersebut membuat Sidrap mengalami surplus pangan yang besar.
Saat ini, produksi beras Sidrap mencapai 450 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi lokal hanya sekitar 35 ribu ton.
Dengan kondisi itu, Sidrap menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama di Sulawesi Selatan dan siap menyuplai kebutuhan beras ke berbagai daerah di Indonesia.
“Stok pangan tertinggi di Sulsel ada di Sidrap. Gudang penyimpanan penuh, bahkan kami harus menyewa gudang tambahan,” katanya.
Selain pertumbuhan ekonomi, Syaharuddin juga menyoroti keberhasilan daerahnya menekan laju inflasi.
Sidrap sempat mengalami inflasi hingga 7 persen akibat pengaruh harga emas dan penyesuaian subsidi listrik. Namun pada April 2026, angka inflasi berhasil turun menjadi 3 persen.
Sidrap juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia Timur dengan kapasitas mencapai 5 juta butir per hari.
Pemerintah daerah berhasil menjaga stabilitas harga telur yang sebelumnya sempat mencapai Rp52 ribu per rak dan kini turun ke kisaran Rp42 ribu hingga Rp44 ribu.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, meminta seluruh pemerintah daerah memperkuat intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga tingkat kelurahan.
“Intervensi harus maksimal, terutama pada delapan komoditas utama penyumbang inflasi. Kita harus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat menjelang Iduladha,” ujar Fatmawati.
Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, turut mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Sidrap, dalam mengawasi distribusi bahan pokok dari hulu hingga hilir.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui TPID menjalankan sejumlah strategi, di antaranya pemantauan rutin harga pasar, pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di setiap kecamatan.
Dalam forum tersebut, Bupati Syaharuddin didampingi jajaran teknis dari Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap.(**)







