RUANG.NEWS MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, mengapresiasi langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel yang memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan atlet melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Apresiasi tersebut disampaikan Fauzi setelah Ketua KONI Sulsel, Darmawangsyah Muin, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan usai pelantikan pengurus KONI Sulsel di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Jumat (08/05/2026) malam.
Menurut Fauzi, jaminan kesehatan dan perlindungan bagi atlet menjadi kebutuhan penting, terutama menjelang berbagai agenda olahraga besar.
“Saya sangat mengapresiasi langkah ini karena jaminan kesehatan atlet sangat penting, apalagi menghadapi event olahraga besar ke depan,” ujar Fauzi Wawo di lokasi kegiatan.
Ketua DPC PKB Makassar itu juga mendukung target KONI Sulsel untuk menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
“KONI Sulsel di bawah kepemimpinan Pak Darmawangsyah menargetkan masuk 10 besar pada PON 2028. Target ini membutuhkan dukungan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia berharap kepengurusan KONI Sulsel di bawah Darmawangsyah Muin mampu mendorong kemajuan olahraga daerah sekaligus melahirkan atlet-atlet muda berprestasi.
Sementara itu, Ketua KONI Sulsel Darmawangsyah Muin menjelaskan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis untuk memberikan perlindungan kepada atlet, khususnya saat mengalami cedera ketika bertanding.
“Kerja sama melalui MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting. Selama ini kami sering menghadapi situasi ketika atlet cedera saat bertanding, sementara tidak semua kondisi ditanggung BPJS biasa,” ujar Darmawangsyah kepada awak media.
Pria yang akrab disapa DM itu menyebut BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan lebih luas selama masa pemulihan atlet.
Menurutnya, atlet yang masih berstatus mahasiswa dapat menerima tunjangan selama masa pemulihan. Sementara atlet yang bekerja sebagai pegawai juga berpeluang memperoleh dukungan penggantian penghasilan hingga pulih kembali.
“Kalau atlet itu mahasiswa, ada bentuk tunjangan selama masa pemulihan. Begitu juga jika atlet seorang pegawai, ada dukungan penggantian penghasilan sampai yang bersangkutan pulih kembali,” jelas Wakil Bupati Gowa tersebut.
DM berharap kerja sama itu dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi atlet di Sulawesi Selatan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi atlet-atlet kita. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi atlet Sulsel ke depan,” tambahnya.
Selain perlindungan atlet, KONI Sulsel juga menargetkan masuk 10 besar pada PON XXII 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut Darmawangsyah, target tersebut membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga cabang olahraga.
“Target masuk 10 besar tidak mudah. Kita harus bersatu memajukan olahraga Sulsel agar bisa mencapainya,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk menyukseskan tiga agenda olahraga besar, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pra-PON, dan PON 2028.
“KONI Sulsel akan bersungguh-sungguh mendampingi pemerintah provinsi untuk menyukseskan agenda tersebut,” pungkasnya.(**)







