RUANG.NEWS MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhidin M Said, meminta seluruh kader Golkar Sulsel menjaga soliditas dan kekompakan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel.
Pesan tersebut disampaikan Muhidin saat menghadiri Konsolidasi DPD I Golkar Sulsel bersama kader Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel di Kabupaten Soppeng, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan itu dihadiri kader Golkar dari sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Muhidin mengatakan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberi perhatian khusus terhadap kondisi internal Golkar Sulsel agar tetap solid menghadapi agenda politik ke depan.
“Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia menyampaikan pesan agar Golkar di Sulsel terus meningkatkan soliditas,” ujar Muhidin.
Ia menegaskan, kekompakan kader tidak boleh melemah menjelang Musda. Menurutnya, persatuan internal menjadi modal penting menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
“Sulsel I dan Sulsel III sudah luar biasa dalam konsolidasi. Kita tutup di Sulsel II dengan konsolidasi yang lebih luar biasa,” katanya.
Muhidin juga menyinggung pelaksanaan Musda X Golkar Sulsel yang berlangsung dengan tensi politik tinggi hingga digelar di Jakarta. Ia berharap situasi serupa tidak kembali terulang pada Musda XI.
“Saya memahami betul situasi lima hingga enam tahun lalu saat memimpin Musda Golkar Sulsel sampai harus dilaksanakan di Jakarta. Saya yakin Musda XI nanti tidak seperti itu lagi. Yang ada adalah kekompakan dan kebersamaan karena tantangan ke depan jauh lebih besar,” jelasnya.
Menurut Muhidin, Musda XI DPD I Golkar Sulsel kini siap digelar karena komunikasi antar-kader semakin solid.
Ia mengungkapkan, DPP Golkar juga berharap seluruh pelaksanaan Musda di daerah dapat berlangsung secara aklamasi melalui musyawarah mufakat.
“Harapan Ketua Umum, dari 36 provinsi yang sudah Musda semuanya berjalan aklamasi. Sekarang tinggal Sumsel dan Sulsel,” ungkapnya.
Muhidin meminta seluruh kader menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin dan mengedepankan dialog demi menjaga persatuan partai.
“Mari kita berdiskusi dan berdialog. Ketua Umum meminta semua Musda berjalan aklamasi, maka kita harus duduk bersama,” lanjutnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, menilai sinyal soliditas kader Golkar Sulsel sudah terlihat dari dukungan 21 DPD II terhadap satu kandidat jelang Musda.
Menurut Ali, DPP Golkar membaca arah dukungan politik di internal partai dan menginginkan proses Musda berlangsung melalui musyawarah mufakat.
“DPP Golkar tampaknya sudah melihat adanya kandidat yang dimufakati setidaknya oleh 21 DPD II,” ujarnya.
Ia menilai penekanan Muhidin terhadap kata “solid”, “kompak”, dan “konsolidasi” dalam berbagai pertemuan menunjukkan keinginan DPP agar seluruh DPD II bersatu mendukung satu kandidat.
“Itu terlihat dari pengulangan pesan tentang konsolidasi, kekompakan, dan persatuan. Saya kira DPP Golkar menginginkan semua kader memilih satu kandidat secara mufakat,” jelas Ali.
Selain itu, Ali menilai belum diumumkannya jadwal Musda XI Golkar Sulsel berkaitan dengan proses konsolidasi internal dan upaya membangun kesepahaman antar-kader.
Menurutnya, Muhidin saat ini tengah menyelesaikan komunikasi politik dengan seluruh DPD II sebelum melaporkan hasil konsolidasi kepada DPP Golkar.
“Setelah tiga kali kunjungan konsolidasi di dapil Sulsel, kemungkinan Pak Muhidin sudah mendapatkan kesimpulan terkait arah dukungan dari DPD II Golkar,” pungkasnya.(**)








