RUANG.NEWS MAKASSAR – Regional CEO (RCEO) Bank Syariah Indonesia (BSI) RO X Makassar, Sukma Dwi Priardi, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat kontribusi kepada stakeholder melalui program sosial, literasi keuangan, dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah.
Pernyataan tersebut disampaikan Sukma dalam kegiatan yang berlangsung di Makassar, Sabtu (23/5/2026).
Salah satu program yang saat ini menjadi fokus BSI ialah mendorong digitalisasi masjid melalui pendampingan kepada 25 takmir masjid.
“Hal yang memang kami ingin gunakan betul untuk memberikan kontribusi kepada stakeholder. Teman-teman lihat di sebelah sana ada perhatian untuk 25 takmir masjid berkait dengan digitalisasi,” ujar Sukma.
Selain mendorong transformasi digital masjid, BSI RO X Makassar juga menyiapkan pengembangan UMF Center menjadi ruang kolaborasi kreatif atau creative hub pada kuartal IV 2026.
Menurut Sukma, selama ini UMF Center telah menjadi tempat berbagai aktivitas kolaboratif dan pengembangan komunitas.
Karena itu, BSI ingin memperluas fungsi ruang tersebut agar memberi dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kemungkinan di kuartal empat, UMF Center akan bertransformasi. Namanya sepertinya akan menjadi creative hub. Mohon doa supaya spektrumnya lebih luas dan kontribusinya lebih maksimal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sukma juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Ia menilai masih terdapat kesenjangan antara tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah dan penggunaan layanan industri syariah.
Ia menjelaskan, tingkat inklusi pada sektor keuangan konvensional masih lebih tinggi dibanding literasi masyarakat. Sementara di sektor syariah, pertumbuhan pengguna layanan justru meningkat meski tingkat literasi masih relatif rendah.
“Kalau syariah, literasinya masih sekitar 4 persen, tetapi inklusinya sudah mencapai 13 persen. Artinya, pengguna layanan syariah lebih banyak dibanding masyarakat yang benar-benar memahami konsepnya,” jelas Sukma.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri keuangan syariah untuk memperkuat edukasi dan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
“Hanya hal yang menjadi penyebab, dan kami tentu mengharapkan dukungan semua pihak untuk mendukung kami sehingga inklusinya makin besar,” ujarnya.
Sukma menambahkan, Bank Syariah Indonesia akan terus melakukan inovasi dan pengembangan layanan guna memperkuat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.(**)








