RUANG.NEWS SINJAI – Kepedulian terhadap pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan pengabdian di parlemen, tetapi juga lewat dukungan terhadap pengembangan olahraga.
Komitmen tersebut ditunjukkan Heriwawan, politisi muda asal Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, yang terus mendorong kebangkitan sepak bola di daerahnya.
Heriwawan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Sinjai, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, sekaligus Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Daerah Pemilihan Sinjai-Bulukumba, menjadi sponsor utama Turnamen Mini Soccer Sinjai Bersatu Series 2026.
Turnamen yang berlangsung di Lapangan MPJ Mini Soccer, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, pada 29-31 Mei 2026 tersebut diikuti 12 tim dari berbagai komunitas dan klub sepak bola di Kabupaten Sinjai.
Tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini antara lain Bad Dormir FC, Masseddi United, Bhayangkara FC, Disdik FC, Abadi FC, Pendekar Selatan FC, ACB FC, The Legends FC, Marbo FC, Titik Kota SC, Pada Idi’ FC, dan Nuklir FC.
Bagi Heriwawan, turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga.
Ia menilai kegiatan itu dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda, mempererat silaturahmi, sekaligus membangkitkan kembali semangat sepak bola di Kabupaten Sinjai.
“Semoga ini menjadi cikal bakal hidupnya kembali atmosfer sepak bola di Kabupaten Sinjai. Pada masa kepemimpinan Bapak Andi Rudiyanto Asapa, kita pernah melihat Perssin Sinjai tampil di kompetisi nasional,” kata Heriwawan saat membuka Turnamen Mini Soccer Sinjai Bersatu Series 2026, Jumat (29/5/2026) lalu.
Pria kelahiran Sinjai, 27 Maret 1990 itu mengaku memiliki perhatian besar terhadap perkembangan sepak bola daerah.
Sebagai putra asli Desa Bua, ia memahami pentingnya menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan potensi melalui olahraga.
Menurutnya, turnamen yang digagas komunitas pecinta sepak bola Bad Dormir menjadi bukti bahwa kecintaan masyarakat terhadap sepak bola masih sangat tinggi. Karena itu, ia mengajak seluruh insan olahraga dan masyarakat untuk bersama-sama mengembalikan kejayaan sepak bola Sinjai.
“Kita berharap semua insan sepak bola di Kabupaten Sinjai dapat bergandengan tangan membangun sepak bola di daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Heriwawan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan olahraga yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Saya akan selalu memberikan dukungan selama kegiatan tersebut membawa manfaat positif, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sinjai,” tegasnya.
Selain mendorong prestasi olahraga, Heriwawan berharap turnamen tersebut dapat memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa persaingan hanya berlangsung di dalam lapangan, sedangkan semangat persatuan harus tetap dijaga.
“Kompetisi itu penting, tetapi yang lebih utama adalah menjaga silaturahmi. Semoga turnamen mini soccer ini membawa pesan persatuan dan sportivitas bagi seluruh peserta,” harapnya.
Perjalanan hidup Heriwawan juga menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda di Sinjai.

Ia menempuh pendidikan dasar di SD Tombolo 38, melanjutkan ke SMP 37 Bua Sinjai dan SMA Negeri 2 Sinjai, sebelum meraih gelar sarjana di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pendidikan magisternya kemudian diselesaikan di Universitas Mercu Buana Jakarta.
Perjalanan dari pelosok Desa Bua hingga menjadi anggota legislatif tingkat provinsi menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi daerah.
Melalui kepeduliannya terhadap sepak bola dan berbagai kegiatan kepemudaan, Heriwawan ingin memastikan generasi muda Sinjai memiliki ruang untuk berprestasi sekaligus memperkuat semangat persatuan.
Ia pun menaruh harapan besar agar Perssin Sinjai kembali berjaya dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi pada masa mendatang.(**)









