RUANG.NEWS, JAKARTA – Belum cukup 24 jam pasca diumumkan dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terlihat mengenakan rompi tahanan kejaksaan berwarna merah muda atau pink sambil tertunduk lesu saat keluar dari Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Rabu (3/6/2026) sekira pukul 17.10 WIB.
Dadan mengabaikan permintaan wawancara sejumlah wartawan dan langsung masuk ke mobil tahanan.
Sebelumnya pada pagi hari tadi, aparat kejaksaan melakukan penggeledahan di Gedung BGN, Jakarta. Penggeledahan itu terkait kasus dugaan korupsi.
Dadan Hidayana dicopot dari jabatan Kepala BGN pada Selasa (2/6/2026) malam. Pencopotan Dadan itu diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
“Bapak presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini,” kata Prasetyo Hadi.
“Untuk selanjutnya, presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Kemudian saudari Agustina Arumsari dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” terangnya.
BGN adalah lembaga non-kementerian yang bertugas memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seluruh masyarakat lewat program makan bergizi gratis (MBG). Dadan tercatat Kepala BGN pertama yang dilantik Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Dadan menduduki jabatan kepala BGN sejak Agustus 2024, didampingi tiga wakil, yakni Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Lodewyk Pusung sebagai Wakil BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, dan Nanik S Deyang sebagai Wakil BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
BGN mengelola program Makan Berziz Gratis (MBG) yang dimulai pada tanggal 6 Januari 2025.
MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang telah disosialisasikannya sejak kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Berdasarkan data yang dirilis 3 Maret 2026, sejak dimulainya MBG, total ada sebanyak 27.208 SPPG yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia.
Adapun jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.
Di masa kepemimpinan Dadan sebagai kepala BGN, banyak pernyataan atau statemennya yang menjadi sorotan publik.
Selain itu, kasus keracunan anak sekolah penerima manfaat program MBG juga cukup banyak terjadi dan membuat sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab sebagai pemasok menu MBG dibekukan. (*)






