Menu ✖

DPRD Sulsel

Di Hadapan Gubernur, Fraksi Demokrat DPRD Sulsel Minta Penyelesaian BPJS Tak Bebani Daerah

badge-check

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulawesi Selatan, Heriwawan (IST) Perbesar

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulawesi Selatan, Heriwawan (IST)

RUANG.NEWS MAKASSAR – Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulawesi Selatan, Heriwawan, menyatakan dukungannya agar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan pembahasan yang lebih mendalam.

Sikap tersebut disampaikan melalui juru bicara Fraksi Demokrat, Anwar Purnomo, dalam rapat paripurna penyampaian Jawaban Gubernur Sulawesi Selatan atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Sulsel, Rabu (1/7/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi atau Cicu, didampingi Wakil Ketua Dufriadi Arif dan Fauzi Andi Wawo.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Provinsi Sulsel Jufri Rahman, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turut menghadiri agenda tersebut.

“Pada prinsipnya, kami menyetujui agar pembahasan ini dilanjutkan pada rapat berikutnya untuk pendalaman lebih lanjut. Beberapa pertanyaan dan pernyataan yang telah kami sampaikan akan kami tindak lanjuti pada pembahasan selanjutnya,” ujar Heriwawan dalam pandangan Fraksi Demokrat yang dibacakan Anwar Purnomo.

Selain mendukung kelanjutan pembahasan Ranperda, Fraksi Demokrat juga menyoroti persoalan pembiayaan BPJS Kesehatan yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.

Heriwawan berharap penjelasan Gubernur Sulsel terkait rencana konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan pembiayaan BPJS di masa mendatang.

Namun, menurutnya, persoalan mendasar yang harus segera dituntaskan adalah tunggakan pembayaran BPJS dari tahun-tahun sebelumnya yang masih menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kondisi tersebut tentu sangat membebani kapasitas fiskal daerah,” katanya.

Fraksi Demokrat berpandangan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan perlu mengambil peran aktif dalam membantu pemerintah kabupaten dan kota menyelesaikan persoalan tersebut.

Heriwawan juga menegaskan agar penyelesaian kewajiban pembayaran BPJS tidak dilakukan melalui pengurangan maupun pemotongan bantuan keuangan bagi pemerintah kabupaten dan kota.

Menurutnya, pemerintah perlu merumuskan skema penyelesaian yang tepat agar beban keuangan daerah tidak semakin berat, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

11 Okt 2026 - 18:54 WITA

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

8 Okt 2026 - 16:33 WITA

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

6 Okt 2026 - 14:20 WITA

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

4 Okt 2026 - 23:37 WITA

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar

2 Okt 2026 - 23:08 WITA

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar
Trending di DPRD Sulsel