RUANG.NEWS SIDRAP — Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Selama enam hari pelaksanaan, 2–6 Juli 2026, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung mencapai miliaran rupiah.
Hal itu disampaikannya saat penutupan Porsenijar PGRI 2026 di Pelataran Masjid Agung Sidrap, Senin (6/7).
“Selama enam hari, pelaku UMKM yang berada di lingkungan kegiatan ini meraup omzet kurang lebih Rp4,26 miliar. Itu baru transaksi yang terjadi di dalam lokasi kegiatan, belum termasuk usaha lain di luar arena, seperti rumah makan dan sektor usaha lainnya,” ujar Syaharuddin.
Tingginya perputaran ekonomi tersebut ditopang oleh besarnya jumlah peserta dan pengunjung yang datang ke Sidrap selama penyelenggaraan kegiatan.
Tercatat sekitar 75 ribu orang hadir meramaikan Porsenijar PGRI 2026, dengan sekitar 12.500 kendaraan memasuki wilayah Sidrap.
Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas di lima ruas jalan utama, baik jalan provinsi maupun jalan nasional.
Menurut Syaharuddin, hal itu menjadi indikator nyata adanya efek pengganda ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain dampak ekonomi, Bupati Sidrap juga menyoroti tingginya partisipasi masyarakat dalam menyambut tamu yang datang dari berbagai daerah.
Ia mencontohkan warga Kelurahan Wala yang secara swadaya mengeluarkan dana pribadi hingga Rp8 juta untuk menjamu para tamu.
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan karakter masyarakat Sidrap yang dikenal dengan nilai Manessa, Macca, serta semangat massaromase atau saling menyayangi, yang sejalan dengan prinsip fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Keramahan masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat para tamu merasa aman, nyaman, dan bahagia selama berada di Sidrap,” katanya.
Acara penutupan berlangsung khidmat di Pelataran Masjid Agung Sidrap dan dihadiri unsur Forkopimda Sidrap, tamu undangan, serta perwakilan sejumlah instansi terkait.
Pada kesempatan tersebut, Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sidrap yang telah berperan sebagai tuan rumah yang baik, serta kepada panitia penyelenggara dan aparat keamanan yang telah memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Keberhasilan penyelenggaraan Porsenijar PGRI 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sidrap dalam mengelola kegiatan berskala provinsi sekaligus memperkuat promosi daerah melalui nilai keramahan masyarakat lokal.
Versi ini sudah disesuaikan dengan gaya penulisan koran harian: judul informatif, lead langsung pada fakta utama, bahasa lebih objektif, serta mengurangi ungkapan hiperbolis seperti “macet total”, “fantastis”, atau “melejit” agar tetap memenuhi standar jurnalistik.(***)







