Menu ✖

Pemkot Makassar

Menag dan Wali Kota Canangkan Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar

badge-check

Menag dan Wali Kota Canangkan Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar (IST) Perbesar

Menag dan Wali Kota Canangkan Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar (IST)

RUANG.NEWS MAKASSAR — Kota Makassar menjadi daerah pertama di Indonesia yang memulai pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia. Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, didampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Biringkanaya, Kamis (9/7).

Pembangunan gerbang tersebut menjadi simbol penguatan moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di tengah kehidupan masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi penunjukan Makassar sebagai lokasi pertama pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat nilai keberagaman dan toleransi.

Munafri, yang akrab disapa Appi, mengungkapkan bahwa indeks toleransi Kota Makassar terus mengalami peningkatan. Dari sebelumnya berada di peringkat ke-49, kini Makassar berhasil masuk dalam sembilan besar kota paling toleran di Indonesia.

“Alhamdulillah, sekarang Kota Makassar berada di peringkat sembilan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang terus membangun komunikasi dan pendekatan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Appi, capaian tersebut menjadi modal penting karena Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia Timur dengan mobilitas ekonomi, sosial, dan budaya yang tinggi.

Ia mencontohkan kawasan BTP sebagai representasi kehidupan masyarakat yang multietnis dan multikeyakinan. Di kawasan tersebut berdiri rumah ibadah berbagai agama yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Di kawasan BTP ini masyarakatnya sangat multietnis. Di sini ada gereja, masjid, dan pura yang berdiri berdampingan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut pencanangan tersebut, Pemerintah Kota Makassar akan menginisiasi pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia di sejumlah lokasi lain agar semangat toleransi tumbuh hingga tingkat lingkungan.

“Ini menjadi tanggung jawab kami setelah pencanangan hari ini. Kami akan menghadirkan gerbang-gerbang moderasi di beberapa lokasi sebagai upaya memperkuat nilai keberagaman hingga ke tingkat masyarakat paling kecil,” jelasnya.

Pemkot Makassar juga akan membenahi akses jalan menuju lokasi pembangunan gerbang. Appi mengatakan Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan survei sebagai langkah awal peningkatan infrastruktur.

“Hari ini Dinas PU sudah turun melakukan survei. Kami ingin memastikan akses menuju kawasan ini semakin baik. Tingkat kemantapan jalan Kota Makassar saat ini sudah di atas 97 persen dan akan terus kami tingkatkan,” ungkapnya.

Peletakan batu pertama turut dilakukan Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid; CEO Founder Kabar Grup, Upi Asmaradhana; serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Muhammad.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Gerbang Moderasi Indonesia bukan sekadar monumen fisik, melainkan simbol yang menghidupkan nilai persatuan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan gerbang di kawasan permukiman memiliki makna strategis karena masyarakat akan berinteraksi langsung dengan simbol moderasi tersebut setiap hari.

“Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar kecil tempatnya, tetapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah permukiman, setiap orang yang melihatnya akan selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu, tidak ada perbedaan di antara kita,” ujarnya.

Nasaruddin berharap Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar menjadi ikon persatuan sekaligus inspirasi bagi daerah lain untuk membangun monumen serupa sebagai simbol pemersatu bangsa.

“Saya berharap monumen ini menjadi kekuatan simbolik dan ikon Kota Makassar. Ke depan, semoga setiap kabupaten dan kota memiliki monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu,” harapnya. (***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Inovasi Simpul Nusantara Antar Kelurahan Gunung Sari Makassar ke Penilaian Nasional

9 Okt 2026 - 11:04 WITA

Inovasi Simpul Nusantara Antar Kelurahan Gunung Sari Makassar ke Penilaian Nasional

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

8 Okt 2026 - 11:57 WITA

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

7 Okt 2026 - 14:37 WITA

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

5 Okt 2026 - 22:33 WITA

Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

TP PKK Makassar Gelar Capacity Building 2026, Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi

5 Okt 2026 - 22:17 WITA

TP PKK Makassar Gelar Capacity Building 2026, Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi
Trending di Pemkot Makassar