RUANG.NEWS MAKASSAR – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, meresmikan Masjid Nurul Ittihad Kalukuang di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Jumat (10/7/2026). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi dan Salat Subuh berjamaah bersama masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, tokoh agama, pengurus masjid, serta warga sekitar.
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, rasa syukur tidak cukup diucapkan melalui lisan, tetapi juga harus tercermin dalam tindakan nyata melalui peningkatan ibadah, kepedulian sosial, dan semangat berbagi.
“Jika kita diberikan kesadaran untuk selalu mensyukuri nikmat Allah, itu juga patut kita syukuri. Memuji Allah dan mengucapkan Alhamdulillah bukan hanya di mulut, tetapi juga di dalam hati,” ujar Nasaruddin.
Ia menegaskan bahwa nikmat berupa rezeki, kesehatan, dan keimanan harus menjadi motivasi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya dengan memakmurkan masjid.
“Kita dikaruniai nikmat kekayaan, kesehatan, dan keimanan agar semakin meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, termasuk semakin rajin datang ke masjid,” katanya.
Selain mengajak memakmurkan masjid, Menteri Agama juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan rumah ibadah. Menurutnya, merawat masjid merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang jabatan maupun status sosial.
“Masjid adalah rumah Allah. Mari kita bergotong royong membersihkan rumah Allah. Apa pun pangkat dan jabatan kita, ajak keluarga membawa sapu dan perlengkapan kebersihan. Jika kita membersihkan rumah Allah, insyaallah Allah akan meridai kita,” tuturnya.
Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjadikan rasa syukur sebagai dorongan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim.
“Mari kita bersyukur. Wujud syukur itu dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan umat dan ruang interaksi sosial masyarakat.
“Masjid jangan hanya digunakan untuk salat lima waktu. Masjid harus menjadi ruang interaksi masyarakat, tempat menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat juga harus tumbuh sehingga masjid benar-benar menjadi sentral kehidupan warga,” ujar Munafri.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama di Kota Makassar yang dinilai terus memberikan pembinaan keagamaan dan dukungan moral kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang terus hadir di Kota Makassar memberikan arahan dan dukungan. Kami berharap beliau terus memberikan siraman rohani agar masyarakat semakin kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” katanya.
Munafri berharap pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memperkuat akidah dan karakter masyarakat sehingga Makassar tetap menjadi kota yang aman, damai, dan religius.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Badan Pengurus Harian Masjid Nurul Ittihad Kalukuang, Dr. Hasrullah, menyampaikan rasa syukur atas peresmian masjid sekaligus kunjungan Menteri Agama ke salah satu masjid tertua di Kota Makassar tersebut.
“Kami bersyukur di tengah kesibukannya, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA berkenan hadir meresmikan Masjid Nurul Ittihad Kalukuang sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Tallo,” ujarnya.
Hasrullah berharap kunjungan Menteri Agama menjadi semangat baru bagi pengurus untuk terus memakmurkan masjid dan memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan umat serta pemberdayaan masyarakat.
Ia juga mendoakan agar Menteri Agama senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mendampingi Presiden Prabowo Subianto menjalankan amanah pemerintahan demi kemajuan bangsa Indonesia.(***)






