RUANG.NEWS, GOWA – Ketua Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Muh Kasim Sila, menyatakan atas nama Lembaga DPRD Gowa, Pansus Hak Angket kecewa besar dengan sikap Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, yang dinilai sudah dua kali melecehkan DPRD Gowa.
”Pertama, saat DPRD menyerahkan rekomendasi hasil RDPU untuk Bupati Gowa dan Bupati mengembalikan surat rekomendasi itu ke DPRD melalui stafnya, yakni Kabag Umum Setkab Gowa. Dan yang kedua adalah saat Bupati Gowa meninggalkan ruang sidang pansus tanpa sikap yang baik. Atas nama institusi kami kecewa. Sangat kecewa. Sikap yang ditunjukkan Ibu Bupati Gowa adalah sikap tidak menghargai lembaga,” ujar Kasim Sila, saat memimpin sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Selada (14/7/2026).
Sidang yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Gedung DPRD Gowa ini menghadirkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.
Persidangan yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA ini semoat diskors selama satu jam karena Husniah datang tidak tepat waktu.
Bupati Gowa Husniah Talenrang memang memenuhi panggilan sidang pansus didampingi empat pengacara yang ditunjuknya.
Sejak awal hadir di sidang pansus hak angket, Husniah terlihat tidak nyaman di tempat duduknya. Di wajahnya tak tersungging senyuman sedikit pun.
Ketika Ketua Pansus mulai mempersilakan anggotanya untuk menyampaikan pertanyaan, Bupati Gowa semakin terlihat tegang.
Saat anggota Pansus Hak Angket, Muh Yusuf Harun, mulai menyampaikan pandangannya sebelum mengutarakan pertanyaan, Bupati Gowa mulai menyela dan minta pernyataan anggota pansus disampaikan secara kolektif.
Pimpinan pansus mengiyakan dan kemudian kembali memberikan kewenangan berbicara atau berpendapat kepada anggota pansus lainnya. Namun, lagi-lagi Bupati Gowa menegaskan meminta pertanyaan disampaikan kolektif.
Setelah pimpinan sidang berbicara kembali, ternyata Bupati Gowa langsung menyela dan mengaku tidak dihargai oleh forum sidang. Ia bahkan menyebut permintaannya tak didengar, hingga akhirnya menyatakan dirinya meninggalkan ruang forum sidang.
Dengan sikap yang diklaim oleh pansus tidak mencerminkan attitude seorang pemimpin itu, para anggota pansus menyimpulkan jika Bupati Gowa sengaja melakukan pola tersebut untuk menghindari sidang pansus.
“Kita sudah lihat bersama attitude seorang pimpinan, seorang bupati. Eksistensi Bupati dan tidak menghargainya lembaga kita DPRD ini akan memunculkan siapa beliau yang sebenarnya. Jadi cukup masyarakat Gowa yang akan menilai. Cukup ini menjadi pembelajaran bagi kita bahwa pengalaman ini sangat berharga buat kita di Kabupaten Gowa. Mudah-mudahan tidak ada lagi ke depannya,” ujar Dian Purnamasari dari Fraksi Gerindra. (*)







