RUANG.NEWS MAKASSAR — Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan pesan khusus kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang menjadi calon tunggal Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel.
Bahlil menegaskan, tugas utama kepemimpinan baru adalah meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada seluruh tingkatan legislatif.
Pesan tersebut disampaikan Bahlil di sela pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Sulsel.
Menurutnya, Sulawesi Selatan merupakan lumbung suara historis sekaligus barometer politik nasional sehingga kejayaan Partai Golkar di daerah ini harus kembali diwujudkan.
“Target kami adalah menaikkan kursi partai. Itu merupakan amanah Musyawarah Nasional (Munas). Selain itu, Partai Golkar juga berkewajiban mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran melalui berbagai program yang telah direncanakan,” ujar Bahlil kepada wartawan.
Terkait munculnya IAS sebagai calon tunggal Ketua DPD I Golkar Sulsel serta peluang penugasan politiknya pada Pemilu maupun Pilkada mendatang, Bahlil belum ingin berspekulasi.
Menurutnya, pembahasan mengenai posisi politik IAS akan dilakukan setelah target konsolidasi partai tercapai.
“Nanti setelah itu kita akan melihat Pak Ilham cocoknya di mana, apakah di DPR RI, menjadi gubernur, atau lebih dari itu. Politik tidak ada yang tahu. Yang penting sekarang bekerja sebaik-baiknya untuk kepentingan Partai Golkar,” katanya.
Bahlil menegaskan, fokus utama IAS sebagai calon nahkoda Golkar Sulsel adalah membangun konsolidasi internal dan memastikan mesin partai bekerja maksimal untuk meningkatkan perolehan suara.
Ia bahkan memberikan instruksi tegas kepada IAS meski proses Musda saat itu masih berlangsung dan kepengurusan baru belum ditetapkan secara resmi.
“Yang saya tekankan, kursi harus naik. Perintah DPP kepada calon Ketua DPD Golkar yang belum disahkan karena Musda belum selesai adalah kursi partai harus naik, baik di DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota,” tegas Bahlil.
Instruksi tersebut menjadi penegasan arah kebijakan DPP Partai Golkar terhadap kepemimpinan baru di Sulawesi Selatan, yakni mengembalikan dominasi partai melalui peningkatan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.(***)








