Menu ✖

News

BPBD Makassar Siagakan Personel di Wilayah Rawan Banjir

badge-check

Tim BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Jalan Kotipa XV, Makassar, beberapa waktu lalu. Saat ini, BPBD Kota Makassar menempatkan 10 personel untuk siaga 24 jam di dua wilayah rawan banjir, yakni di Kecamatan Manggala dan Tamalanrea. Hal ini sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan genangan. (Foto: Dok. BPBD Makassar) Perbesar

Tim BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Jalan Kotipa XV, Makassar, beberapa waktu lalu. Saat ini, BPBD Kota Makassar menempatkan 10 personel untuk siaga 24 jam di dua wilayah rawan banjir, yakni di Kecamatan Manggala dan Tamalanrea. Hal ini sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan genangan. (Foto: Dok. BPBD Makassar)

RUANG.News, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menempatkan 10 personel siaga 24 jam di dua wilayah rawan banjir, yakni di Kecamatan Manggala dan Tamalanrea, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan genangan.

Kedua kecamatan ini dipilih karena karakter geografisnya rendah dan rawan banjir, sehingga sering terdampak banjir saat musim hujan.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menyatakan kesiapsiagaan petugas menjadi prioritas utama di wilayah tersebut.

“Untuk carester yang menjadi langganan banjir, kami sekarang tempatkan pasukan di situ, untuk Manggala dan Tamalanrea. Kita sekarang di tempat itu masing-masing 10 personil, 24 jam,” kata Fadli, Sabtu (15/11/2025).

Selain menyiagakan personel, BPBD menempatkan perahu karet, mesin, dan perlengkapan penyelamatan di sejumlah titik strategis. Penempatan peralatan ini bertujuan agar respon terhadap banjir atau kondisi darurat dapat dilaksanakan secepat mungkin.

“Peralatan dan semua barang untuk penyelamatan sudah kami bawa semua ke Carester Manggala, dan Tamalanrea. Kita sudah bawa ke sana untuk bersiap menjalankan sampai ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” kata Fadli.

Meski untuk saat ini Makassar belum masuk wilayah dengan cuaca ekstrem, namun kata dia, risiko banjir tetap muncul karena aliran hujan dari wilayah hulu, seperti Pangkep, Maros, dan Gowa, dapat memengaruhi kondisi di hilir.

“Intinya, kami jamin Makassar saat ini masih aman. Mungkin status waspada. Jadi status waspada, baru siaga, baru meningkat darurat,” katanya.

Fadli juga menyampaikan bahwa melalui kolaborasi antara seluruh stakeholder dan masyarakat, berbagai potensi kejadian, termasuk banjir dapat diantisipasi. Ia menekankan pentingnya kerja sama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kota Makassar.

“Jadi untuk mengantisipasi, sekarang kita sudah pasang juga EWS (Early Warning System) di Sungai Kajenjeng, di Kecamatan Manggala. Itu merupakan antisipasi untuk peringatan dini untuk siaga terhadap banjir,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Provinsi Sulsel juga memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi menyusul meningkatnya curah hujan.

Tercatat ada lima kabupaten/kota prioritas rawan banjir dan banjir bandang, yakni: Koya Makassar, Kabupaten Wajo, Luwu Utara, Gowa, dan Maros.

Selain banjir, ada juga tiga wilayah yang dinilai berisiko tinggi terjadi tanah longsor ,yakni: Kabupaten Luwu, Toraja Utara, dan Kota Palopo.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menekankan semua daerah sebenarnya berpotensi terdampak, khususnya wilayah pegunungan dan dataran rendah.

Amson menjelaskan, banjir terjadi saat curah hujan meningkat ekstrem, terutama jika air mengalir ke daerah dataran rendah yang menjadi jalur penyaluran alami. Air yang bergerak menuju dataran yang lebih rendah, memperbesar risiko genangan dan banjir di wilayah tersebut.

“Jadi walaupun sudah ada data skala prioritas, tetap juga kita tidak menutup kemungkinan daerah lain itu bisa saja kena banjir dan longsor,” kata Amson.

Sebagai langkah antisipasi, kata dia, BPBD Sulsel telah menempatkan peralatan kebencanaan di titik-titik rawan sesuai peta risiko yang ada, guna memastikan setiap lokasi siap menghadapi potensi bencana.

Selain itu, jalur evakuasi telah dipersiapkan dan buffer stok logistik tersedia di kabupaten serta kota untuk mempercepat respons jika eskalasi bencana meningkat.

“Jadi semua jajaran BPBD di seluruh Sulawesi Selatan itu sudah dalam status siaga,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa soal Pemberhentian Husniah Talenrang

2 Okt 2026 - 22:58 WITA

MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa soal Pemberhentian Husniah Talenrang

Diduga Tertembak, Polisi Selidiki Kematian Remaja dalam Tawuran di Tallo Makassar

28 Sep 2026 - 01:35 WITA

Diduga Tertembak, Polisi Selidiki Kematian Remaja dalam Tawuran di Tallo Makassar

Soroti Penetapan Tersangka, Kuasa Hukum Bupati Gowa Siapkan Praperadilan

27 Sep 2026 - 00:08 WITA

Soroti Penetapan Tersangka, Kuasa Hukum Bupati Gowa Siapkan Praperadilan

Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Jufri Rahman Ungkap Mekanisme Plt Bupati

26 Sep 2026 - 00:05 WITA

Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Jufri Rahman Ungkap Mekanisme Plt Bupati

Husnia Talenrang Hadiri Agenda Kementan Saat Rujab dan Kantor Bupati Gowa Digeledah

22 Sep 2026 - 01:39 WITA

Husnia Talenrang Hadiri Agenda Kementan Saat Rujab dan Kantor Bupati Gowa Digeledah
Trending di News