RUANG.NEWS WAJO – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras bersama Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Selasa (28/7/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Wajo Andi Rosman serta Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (PBPK) Sulawesi Selatan, Baskoro Elmiawan.
Dalam peninjauan itu, Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Ini adalah Sekolah Rakyat, salah satu program strategis nasional yang dicanangkan Presiden,” kata Andi Iwan Aras.
Di Sulawesi Selatan saat ini kata ketua Gerindra Sulsel ini, sudah ada sembilan kabupaten/kota yang menjadi tahap pertama, dan selanjutnya akan menyusul sekitar enam hingga tujuh kabupaten lagi.
“Harapan kita ke depan, seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat dibiayai melalui paket pekerjaan pemerintah pusat.
Paket pembangunan yang mencakup Kabupaten Wajo bernilai sekitar Rp1,2 triliun untuk lima lokasi, sedangkan paket lainnya mencapai sekitar Rp900 miliar untuk empat lokasi pembangunan.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Gerindra, Sultan Tajang, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Sultan Tajang, Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan gratis yang didukung fasilitas asrama dan pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera.
“Program ini memberikan layanan pendidikan tanpa biaya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” ucap Sultan.
Selain itu, kata Icul sapaan akrab Sultan Tajang, peserta didik akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah, makanan bergizi, hingga dukungan teknologi seperti laptop dan papan tulis digital.
“Konsep sekolah berasrama juga dihadirkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan terjadwal sehingga siswa dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi keluarga,” titurnya.
“Pada intinya, program ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan saya akan terus mengawal seluruh program prioritas Presiden,” tegas Sultan Tajang.
Di kesempatan yang sama, Bupati Wajo Andi Rosman menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Komisi V DPR RI, atas perhatian terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Wajo.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI Komisi V yang telah meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat ini. Alhamdulillah, Kabupaten Wajo menjadi salah satu daerah tahap pertama di Sulawesi Selatan yang mendapatkan program ini,” ujar Andi Rosman.
Ia juga mengungkapkan masih terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur penunjang, terutama akses jalan menuju kawasan sekolah dan penyediaan air bersih.
Menurutnya, kebutuhan air bersih telah dibahas bersama pihak terkait dan direncanakan memperoleh tambahan anggaran agar layanan air dapat menjangkau kawasan Sekolah Rakyat.
Sementara itu, pembangunan akses jalan menuju lokasi akan diupayakan masuk dalam program pembangunan infrastruktur daerah melalui dukungan pemerintah pusat.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Wajo sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan gratis, berasrama, dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.(***)






