Menu ✖

News

Disinyalir Lakukan Fraud untuk Dapatkan BBM Subsidi, Pertamina Blokir 394 Ribu Nopol Kendaraan

badge-check

(Foto: INT) Perbesar

(Foto: INT)

RUANG.News, JAKARTA — Sebanyak 394 ribu nomor polisi (nopol) kendaraan yang terindikasi melakukan tindakan penipuan (fraud) untuk mendapatkan BBM subsidi, diblokir oleh PT Pertamina Patra Niaga. Hal ini dilakukan berdasarkan identifikasi dari sistem subsidi tepat sasaran.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengungkapkan pihaknya mewajibkan seluruh kendaraan yang ingin menggunakan Pertalite dan Solar untuk mendaftarkan nopol kendaraannya melalui website resmi maupun aplikasi MyPertamina demi subsidi tepat sasaran.

“Dari sisi pengawasan, sistem subsidi tepat ini telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir untuk antisipasi maupun mitigasi adanya penyalahgunaan BBM di SPBU,” ujar Mars Ega dalam Rapat Kerja Komisi XII, Senin (17/11/2025).

Menurut Mars Ega, sejak awal tahun, perusahaan terus melakukan pembinaan di seluruh SPBU di dalam negeri. Hingga akhir September 2025, pembinaan telah dilakukan di 544 SPBU.

Dengan pembinaan ini, ia berharap seluruh SPBU Pertamina bisa patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan dan tidak lagi ada tindakan kecurangan.

Untuk BBM satu harga, Pertamina telah mendistribusikan hingga pelosok melalui 573 titik yang ada di seluruh Indonesia. Adapun channel BBM milik perseroan sampai saat ini ada 15.345 titik.

Sementara itu, pangkalan LPG 3 kg atau penjualan gas subsidi Pertamina tersebar di 269.096 titik.

“Dalam melayani masyarakat untuk sektor LPG, kami mendistribusikan LPG melalui 269.096 titik yang tersebar dari wilayah Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan sebagian Indonesia Timur,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mars Ega mengatakan, sampai dengan Oktober 2025, volume penjualan migas mencapai 87 juta kiloliter di mana 41 persen di antaranya berasal dari produk-produk non-subsidi.

“Bisnis pemasaran Pertamina tumbuh dengan baik dan kami terus mendorong penjualan produk-produk non-subsidi serta menerapkan digitalisasi guna melakukan monitoring dan pengawasan transaksi produk-produk subsidi,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T

5 Okt 2026 - 21:26 WITA

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T

MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa soal Pemberhentian Husniah Talenrang

2 Okt 2026 - 22:58 WITA

MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa soal Pemberhentian Husniah Talenrang

Harga Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp71.250/Kg, BI Sulsel Intervensi Lewat Gerakan Pangan Murah

30 Sep 2026 - 14:53 WITA

Harga Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp71.250/Kg, BI Sulsel Intervensi Lewat Gerakan Pangan Murah

Arifah Convention Hall, Venue Baru di Gowa Berkapasitas 5.000 Orang

29 Sep 2026 - 10:30 WITA

Arifah Convention Hall, Venue Baru di Gowa Berkapasitas 5.000 Orang

Diduga Tertembak, Polisi Selidiki Kematian Remaja dalam Tawuran di Tallo Makassar

28 Sep 2026 - 01:35 WITA

Diduga Tertembak, Polisi Selidiki Kematian Remaja dalam Tawuran di Tallo Makassar
Trending di News