RUANG.NEWS MAKASSAR — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan dan KPU Sumatera Barat memperkuat kelembagaan melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam sosialisasi serta pendidikan pemilih.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Sulawesi Selatan, Hasruddin Husain, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kedua provinsi untuk saling berbagi strategi dalam meningkatkan partisipasi dan pendidikan pemilih.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan internalisasi atau penguatan kelembagaan antara KPU Sulawesi Selatan dan KPU Sumatera Barat,” kata Hasruddin, Rabu (19/8).
Kegiatan itu dihadiri Ketua dan anggota KPU Sumatera Barat, jajaran Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Sulawesi Selatan, serta jajaran 24 KPU kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan 19 KPU kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Dalam kegiatan tersebut, KPU Sulsel dan KPU Sumbar membahas pengalaman pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada tahapan Pemilu dan Pilkada sebelumnya.
Kedua KPU provinsi juga bertukar strategi dan inovasi untuk mengembangkan pendidikan pemilih.
Sejumlah KPU kabupaten/kota dari kedua provinsi turut menyampaikan program kreatif yang telah mereka jalankan di daerah masing-masing.
Dari Sulawesi Selatan, jajaran KPU memaparkan sejumlah inovasi, seperti KPU Demokrasi, Pilkadar, pemilihan ketua OSIS secara serentak, hingga debat pelajar se-Sulawesi Selatan.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Sulsel memperluas pendidikan demokrasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat, termasuk pemilih pemula.
Sementara itu, KPU Sumatera Barat membagikan pengalaman dalam menjalankan program inovatif di daerah, salah satunya kegiatan kepramukaan yang melibatkan 19 KPU kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut dibuka pimpinan KPU RI, August Mellaz, selaku Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih.
Dalam arahannya kata Uceng sapaan akrab Hasruddin Husain, August menilai pertukaran pengalaman antardaerah penting untuk memperkuat kualitas program sosialisasi dan pendidikan pemilih.
Ia mendorong KPU di daerah terus mengembangkan praktik baik yang sesuai dengan karakteristik masyarakat masing-masing.
“Program seperti ini sangat baik untuk dilaksanakan, khususnya sebagai sarana berbagi pengalaman dan praktik baik antardaerah,” ujarnya.
Ia berharap pertukaran pengalaman antara KPU Sulsel dan KPU Sumbar dapat melahirkan gagasan baru yang bisa diterapkan dalam program sosialisasi dan pendidikan pemilih di masing-masing daerah.
Dengan melibatkan seluruh jajaran KPU kabupaten/kota, forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi pendidikan pemilih yang lebih kreatif dan dekat dengan masyarakat.(***)







